Ikuti Kami :

Disarankan:

Ular Sanca 3,5 Meter Sembunyi di Tumpukan Kayu, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi dari Belakang Rumah Warga

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:58 WIB
Ular Sanca 3,5 Meter Sembunyi di Tumpukan Kayu, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi dari Belakang Rumah Warga
Ular Sanca 3,5 Meter Sembunyi di Tumpukan Kayu, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi dari Belakang Rumah Warga.

Petugas UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis berhasil mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang 3,5 meter di Dusun Desa, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (15/5/2026) sore.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Petugas UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis berhasil mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang 3,5 meter di Dusun Desa, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (15/5/2026) sore.

Kemunculan ular jenis Malayopython reticulatus tersebut sempat memicu kepanikan warga lantaran posisinya yang sangat dekat dengan area permukiman.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Dendis Yudistira (37) sekitar pukul 17.48 WIB.

“Pelapor melihat ular sanca tersebut saat hendak membuang sampah di belakang rumahnya. Ular kemudian merayap masuk dan bersembunyi di bawah tumpukan kayu,” ujar Budi Rahmat, Jumat (15/5/2026).

Khawatir ular tersebut dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar, Dendis segera menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan evakuasi.

Merespons laporan tersebut, tim UPTD Damkar Ciamis langsung menerjunkan personel ke lokasi. Mengingat ukuran ular yang cukup besar dan lokasi persembunyian yang sempit di sela tumpukan kayu, petugas harus melakukan penanganan secara ekstra hati-hati guna memastikan keamanan warga di lokasi kejadian.

“Petugas langsung merespons cepat dan melakukan evakuasi ular dengan aman dan selamat,” tambah Budi.

Personel yang terjun langsung dalam penanganan tersebut adalah Irvan, Hendra, dan Iik, dengan dukungan tim siaga mako yang terdiri dari Rudi, Bayu, dan Bima.

Proses evakuasi berlangsung singkat dan dinyatakan selesai pada pukul 18.15 WIB. Setelah memastikan area benar-benar steril dari gangguan hewan melata lainnya, petugas kembali ke markas menggunakan satu unit kendaraan pancar bernomor polisi Z 8164 T.

Budi Rahmat turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan mandiri jika menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diharapkan segera melapor ke pihak berwenang atau petugas Damkar untuk mendapatkan penanganan profesional.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement