Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Mahasiswa Manajemen Unsil Bedah Persoalan IKM Tasikmalaya Lewat Expo PjBL

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:28 WIB

Mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan gagasan segar dalam memetakan persoalan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui gelaran Expo Project Based Learning (PjBL), Senin (4/5/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan gagasan segar dalam memetakan persoalan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui gelaran Expo Project Based Learning (PjBL), Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Soemantri ini menjadi ajang unjuk hasil riset mahasiswa setelah terjun langsung ke lapangan. Mereka mengkaji berbagai sektor IKM unggulan di Kota Tasikmalaya, seperti batik, mendong, bordir, hingga industri kreatif lainnya.

Puluhan kelompok mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, lima kelompok terbaik dipilih untuk mempresentasikan temuan utama terkait tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari manajemen produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

Mengusung tema Insight Pengendalian Manajemen pada IKM: Sintesis Lintas Sektor Industri, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing IKM di daerah.

Ketua Program Studi Manajemen FEB Unsil, Lucky Radi Rinadiyana, menjelaskan bahwa pendekatan Project Based Learning dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis persoalan riil di lapangan.

“Melalui PjBL, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Selain meningkatkan kompetensi, program ini juga diharapkan mampu memberikan solusi bagi pelaku IKM,” ujar Lucky.

Ia menambahkan, hasil penelitian mahasiswa tahun ini akan dibukukan sebagai referensi yang memuat potret kondisi, tantangan, serta peluang pengembangan IKM di Tasikmalaya. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen, Rizal Fahmi Syaiful, menekankan pentingnya penerapan sistem pengendalian manajemen (SPM) dalam operasional IKM.

Menurutnya, sistem tersebut berperan penting dalam menjaga efisiensi usaha, meningkatkan akurasi laporan keuangan, melindungi aset, serta mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

“Penerapan SPM menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memaksimalkan keuntungan,” jelasnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Lutfy Hadie Nugraha, menambahkan bahwa Expo PjBL merupakan agenda rutin yang bertujuan menggali potensi kewirausahaan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan.

"Ini untuk menggali bagaimana kinerja suatu perusahaan apakah sudah baik atau buruk atau perlu dievaluasi," ungkapnya. 

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan FEB Unsil, Apip Supriyadi, dan mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas KUKM Perindag Kota Tasikmalaya, Hikmatulloh.

Menurut Hikmatulloh, pendekatan PjBL menjadi strategi efektif dalam membantu pemerintah memetakan potensi serta tantangan sektor IKM.

“Inisiatif ini sangat membantu dalam memahami kondisi industri kreatif di daerah, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengembangan IKM,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan IKM yang lebih kuat, inovatif, dan berkelanjutan di Kota Tasikmalaya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement