Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Permintaan Melonjak 100 Persen Jelang Iduladha 2026, Produsen Tusuk Sate di Tasikmalaya Kewalahan Penuhi Pesanan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:53 WIB

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan tusuk sate di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan signifikan. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang produsen tusuk sate, Karto Widodo.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan tusuk sate di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan signifikan. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang produsen tusuk sate, Karto Widodo.

Karto mengatakan, peningkatan permintaan tusuk sate menjelang Hari Raya Kurban tahun ini mencapai hampir 100 persen dibandingkan hari biasa.

“Momen Iduladha memang menjadi puncak produksi tusuk sate. Kenaikan market-nya hampir 100 persen,” ujar Karto saat ditemui di pabrik miliknya di Kampung Panunggulan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Senin (18/5/2026).

Meski permintaan meningkat tajam, pihaknya mengaku belum mampu memenuhi seluruh pesanan yang masuk. Keterbatasan kapasitas produksi membuat sejumlah pesanan terpaksa ditolak.

“Kalau pesanan overload, banyak yang kami tolak karena memang tidak mampu suplai. Kami tetap memprioritaskan pelanggan yang sudah menjadi langganan,” ungkapnya.

Selain tingginya permintaan, Karto juga menghadapi kendala cuaca yang kerap menghambat pasokan bahan baku bambu. Menurutnya, hujan yang turun secara tidak menentu membuat proses distribusi bahan baku menjadi tersendat.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bambu di wilayah Priangan masih cukup aman untuk kebutuhan produksi.

“Kalau untuk bambu sendiri saya kira di wilayah Priangan tidak akan habis,” katanya.

Saat ini, tusuk sate produksinya dijual dengan harga Rp17 ribu per kilogram. Sementara untuk kemasan isi 400 tusuk dipasarkan seharga Rp4.500 per bungkus.

Dalam sehari, satu mesin produksi mampu menghasilkan rata-rata 250 kilogram tusuk sate basah. Karto mengoperasikan tiga mesin produksi yang tersebar di beberapa wilayah.

“Di lokasi Panunggulan ada satu mesin. Dua mesin lainnya masing-masing berada di Cineam dan Cikalong. Total pekerja ada 18 orang, khusus di pabrik induk di sini ada 8 pekerja,” jelasnya.

Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar Tasikmalaya dan Priangan Timur, pemasaran tusuk sate produksinya juga menjangkau sejumlah kota besar di Indonesia.

“Kami juga kirim sampai Jakarta dan Surabaya. Jadi banyak pelanggan datang langsung ke sini,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement