Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Stafsus Presiden dan Wamen Ekraf Tinjau PEKRAF Kota Tasikmalaya 2026, Apresiasi Inovasi CKG Berbasis IP Lokal Maskot Miu dan Tata-Titi

Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Stafsus Presiden Tiar Nabila Karbala dan Wamen Ekraf Irene Umar meninjau PEKRAF 2026 di Plaza Asia Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026), memuji inovasi CKG berbasis IP lokal maskot daerah.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) RI Irene Umar meninjau langsung gelaran Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) Kota Tasikmalaya 2026 di Mall Plaza Asia Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026) siang.

Ajang PEKRAF 2026 yang dihelat dalam rangka memperingati HUT ke-25 Kota Tasikmalaya ini digagas oleh DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya serta pemerintah pusat. Event ini menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi erat antara pusat dan daerah dalam mengakselerasi program prioritas Presiden RI.

Selain memamerkan beragam karya industri kreatif buatan anak muda Kota Tasikmalaya, event ini juga menyajikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dikemas secara unik dengan sentuhan nilai-nilai ekonomi kreatif guna menarik minat publik yang lebih luas.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, yang mendampingi kunjungan kerja tersebut mengungkapkan bahwa konsep integrasi CKG dalam perhelatan ekonomi kreatif bermula dari diskusi kolektif antara dirinya, Stafsus Presiden, dan Wamen Ekraf RI.

"Pak Stafsus ngobrol dengan saya, untuk membuat program prioritas ini bisa lebih kreatif, bisa lebih menarik masyarakat. Dan ternyata pal Stafsus ini udah ngobrol sama Bu Wamen, nah kemudian bareng-bareng, buat kegiatan ini," kata Viman dalam konferensi pers di Plaza Asia Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026).

Viman menjelaskan, program yang mulanya dirancang sebagai skema strategis nasional tersebut dikembangkan melalui city branding sebagai prioritas kementerian dan Presiden di daerah.

"Dan selanjutnya kita gas dan semua ada di sini. Di hari jadi Kota Tasikmalaya, ada CKG, di PEKRAF. jadi dengan kemasan yang berbeda, kita masukkan unsur kreatif di sana," katanya.

Respons publik terhadap integrasi program ini terbukti sangat tinggi. Target awal 150 peserta per hari terlampaui hingga menembus 200 orang sejak hari pertama. Pengunjung yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini tidak hanya berasal dari Kota Tasikmalaya, tetapi juga datang dari Garut, Ciamis, hingga Pangandaran.

"Kemudian karena CKG di sini itu ada belasan pemeriksaan. Iti semua bermanfaat untuk kesehata," jelas Viman.

Penguatan Program Presiden dan Dampak Ekonomi Bagi UMKM

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, menegaskan bahwa pendekatan ekonomi kreatif sangat vital untuk mempercepat penyerapan program prioritas Presiden di tengah masyarakat.

"Jadi kan memang program prioritas Pak Presiden itu tentunya banyak ya, tidak hanya CKG. Kita bisa tahu ada MBG, Sekolah Rakyat, ada Kampung Nelayan, dan lain-lain. Dan memang menurut saya peran Ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya bisa lebih masuk kepada masyarakat," ujar Tiar.

Tiar menyampaikan bahwa model kolaborasi yang diterapkan di Kota Tasikmalaya sangat berpotensi direplikasi ke kota-kota lain. Sebagai putra daerah asli Tasikmalaya, Tiar mengaku bangga atas terobosan CKG yang dipadukan dengan Intellectual Property (IP) lokal seperti karakter Miu.

"Ini kan menjadi sebuah warna yang sangat wow buat saya dan apalagi buat masyarakat di sini. Jadi ini adalah pembeda. Artinya kan di sini adalah peran dari Ekraf dari UMKM, dan CKG juga berkolaborasi supaya bisa menimbulkan sebuah keseruan baru untuk masyarakat dan UMKM di sekitar jadi mamin engage," tuturnya.

Pujian Wamen Ekraf dan Keberlanjutan Karakter Maskot Daerah

Pada kesempatan yang sama, Wamen Ekraf RI, Irene Umar, melontarkan pujian atas kepekaan Wali Kota Tasikmalaya dalam merespons kebutuhan warganya melalui cara-cara yang relevan.

"Kalau buat aku, pertama kalian beruntung sekali punya Pak Wali yang benar-benar super care dengan masyarakatnya dan sangat relevan ya," ujar Irene.

Menurut Irene, kehadiran elemen budaya mulai dari si Cepot hingga maskot Tata-Titi mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya menginginkan kolaborasi lintas tingkat ini dapat terus berlanjut secara jangka panjang.

"Jadi buat aku, aku sangat optimis. Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang stop. Tapi kita pengen ada sesuatu yang berkelanjutan. Dan kedua, masih ada kolaborasi antara yang pusat dengan daerah, dan begitu juga pertukaran talenta dari yang pusat bisa memberikan ke daerah supaya ini bisa berkelanjutan," beber Irene.

Ia juga mengapresiasi kejelian DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya dalam memanfaatkan momentum dengan menyematkan identitas visual maskot Tata-Titi ke berbagai lini produk unggulan UMKM.

"Kalau kita melohat produk UMKM satu baris dari Indonesia banyak sekali ya. Apa sih pembedanya dengan yang dari Tasik? Kaya Titi tersebut, supaya kita menciptakan sesuatu yang hanya Tasik yang punya dan kalian semua bisa berbangga hati," pungkas Irene.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana, serta jajaran unsur Forkopimda Kota Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin