Ikuti Kami :

Disarankan:

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau RSUD Ciamis, Dorong Pencegahan Penyakit Sejak Dini

Senin, 21 September 2026 | 20:39 WIB
Wamenkes dan Wamendagri Tinjau RSUD Ciamis, Dorong Pencegahan Penyakit Sejak Dini
Wamenkes dan Wamendagri Tinjau RSUD Ciamis, Dorong Pencegahan Penyakit Sejak Dini. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen.

Wamenkes & Wamendagri tinjau RSUD Ciamis (21/9/2026). Direktur RSUD Ciamis dr. Bayu sebut penguatan deteksi dini krusial tekan beban biaya penyakit katastropik.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktavianus, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Akhmad Wiyagus, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan ke RSUD Ciamis, Senin (21/9/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan sekaligus penguatan koordinasi penanganan penyakit sejak tingkat pelayanan dasar.

Salah satu fokus utama perhatian pemerintah dalam kunjungan tersebut adalah tingginya beban pembiayaan penyakit katastropik, seperti gagal ginjal, stroke, hipertensi, dan diabetes.

Pemerintah terus mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan serta deteksi dini. Langkah ini diharapkan mampu mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih kompleks dan biaya jauh lebih besar.

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiman, mengutarakan bahwa penyakit katastropik tidak hanya berdampak pada angka kesakitan pasien, tetapi juga sangat memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga.

“Penyakit katastropik tidak hanya memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga pasien. Biaya pengobatannya sangat masif,” ujar Bayu, Senin (21/9/2026).

Ia mencontohkan penanganan bagi pasien penderita gagal ginjal kronis yang diwajibkan menjalani tindakan cuci darah (hemodialisis) secara rutin. Biaya medis bagi satu pasien saja bisa menyedot dana hingga belasan juta rupiah per bulan.

“Sebagai contoh, pasien gagal ginjal kronis yang rutin cuci darah bisa menghabiskan belasan juta rupiah per bulan. Walaupun dijamin BPJS Kesehatan, beban anggaran ini amat besar jika terus dibiarkan,” katanya.

Oleh karena itu, Bayu menilai pemerintah perlu memperkuat tindakan pencegahan agar masyarakat mengetahui faktor risiko lebih awal. Penanganan medis tidak bisa hanya mengandalkan tindakan kuratif saat pasien sudah terlanjur mengalami komplikasi parah.

Salah satu program utama yang diusung untuk memperkuat pencegahan adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Lewat program ini, masyarakat dibantu untuk mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit sejak dini.

Bayu turut mengimbau masyarakat untuk mengubah persepsi keliru bahwa penyakit tidak menular hanya mengincar kelompok usia lanjut.

“Banyak persepsi keliru bahwa penyakit seperti hipertensi hanya menyerang orang tua. Padahal, tanpa deteksi dini, anak muda pun bisa terkena hipertensi yang berujung pada gagal ginjal,” ujar Bayu.

“Jika terdeteksi dan diterapi sejak awal, komplikasi berat tidak perlu terjadi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan peninjauan tersebut, RSUD Ciamis mengonfirmasi telah memfasilitasi pelayanan medis dengan menyiagakan 24 unit mesin hemodialisis. Rumah sakit mengoperasikan seluruh alat tersebut dalam dua sif operasional guna melayani hingga 48 pasien cuci darah setiap harinya.

Bayu menegaskan, RSUD Ciamis berkomitmen terus mengembangkan sarana, prasarana, serta pemenuhan alat kesehatan (alkes) demi meningkatkan kapasitas layanan bagi masyarakat Ciamis dan sekitarnya.

Usai meninjau RSUD Ciamis, Wamenkes Benjamin Paulus Oktavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kantor Bupati Ciamis untuk menggelar monitoring pelacakan kasus Tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement