Ikuti Kami :

Disarankan:

Warga Dukung Penertiban PKL di Jogging Track Dadaha Tasikmalaya, Minta Pemkot Siapkan Relokasi yang Layak

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Watermark
Warga Dukung Penertiban PKL di Jogging Track Dadaha Tasikmalaya, Minta Pemkot Siapkan Relokasi yang Layak. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Warga Kota Tasikmalaya mendukung penertiban PKL di area jogging track Dadaha karena dinilai dapat mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang olahraga yang nyaman.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di area jogging track Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar warga mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk mengembalikan fungsi kawasan olahraga, namun mereka berharap penataan tersebut dibarengi dengan penyediaan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang.

Kebijakan sterilisasi jogging track dari aktivitas perdagangan mulai diberlakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan Dadaha agar kembali berfungsi optimal sebagai ruang olahraga dan ruang publik.

Salah seorang warga Kecamatan Tawang, Fawaz Ghozi (23), yang rutin berolahraga di Dadaha menilai kebijakan tersebut memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dipertimbangkan secara seimbang.

Menurutnya, dari sisi tata kota dan kenyamanan olahraga, penertiban memang diperlukan. Namun di sisi lain, para PKL juga merupakan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berdagang di kawasan tersebut.

"Kalau untuk penataan kota memang baik. Tapi melihat kondisi ekonomi saat ini, tentu ada rasa prihatin juga kepada para pedagang. Posisinya memang tidak mudah," ujarnya saat ditemui di kawasan Dadaha, Kamis (27/8/2026).

Relokasi Dinilai Jadi Solusi Terbaik

Fawaz menilai relokasi menjadi langkah yang paling tepat agar kepentingan pengguna fasilitas olahraga dan para pedagang dapat sama-sama terakomodasi.

Menurutnya, kawasan Dadaha saat ini sudah cukup padat sehingga pemerintah bisa mulai membuka lokasi alternatif baru yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha kecil.

"Kalau menurut saya, relokasi bisa menjadi solusi. Pemerintah bisa menyiapkan tempat lain yang tetap strategis agar pedagang bisa melanjutkan usahanya," katanya.

Ia menambahkan bahwa persoalan PKL tidak hanya berkaitan dengan ketertiban ruang publik, tetapi juga menyangkut aspek keadilan sosial.

Para pedagang, lanjutnya, merupakan kelompok masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, relokasi harus dibarengi dengan penyediaan tempat yang benar-benar dapat mendukung aktivitas ekonomi mereka.

"Ini juga soal keadilan sosial. Kalau direlokasi, mereka harus diberikan tempat yang layak untuk tetap berjualan," ungkapnya.

Jogging Track Lebih Nyaman untuk Berolahraga

Sebagai pengguna rutin fasilitas olahraga Dadaha, Fawaz mengakui keberadaan PKL di sekitar jogging track cukup memengaruhi kenyamanan, terutama saat akhir pekan.

Menurutnya, pada hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung meningkat signifikan sehingga aktivitas olahraga sering terganggu oleh kepadatan di sekitar lintasan lari.

"Kalau akhir pekan memang terasa lebih padat. Kadang saat lari harus berdesakan dengan pengunjung dan aktivitas lain. Sekarang suasananya terasa lebih tenang dan nyaman untuk berolahraga," jelasnya.

Meski demikian, ia tetap berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memperhatikan nasib para pedagang yang terdampak kebijakan tersebut.

Warga Senior Apresiasi Penataan Kawasan Dadaha

Pendapat serupa disampaikan warga Kecamatan Cihideung, Abah Udin (75). Ia mengapresiasi langkah Pemkot Tasikmalaya yang berupaya mengembalikan fungsi jogging track sebagai area olahraga.

Menurutnya, selama ini banyak pengguna fasilitas olahraga yang mengeluhkan keberadaan lapak pedagang yang dinilai mengganggu aktivitas di lintasan jogging. "Sekarang sudah lebih bagus setelah ditertibkan," katanya.

Meski mendukung kebijakan tersebut, Abah Udin juga menilai pemerintah harus memberikan solusi yang adil bagi para pedagang.

Ia berharap proses penataan tidak berhenti pada penertiban semata, tetapi dilanjutkan dengan penyediaan lokasi usaha yang memadai agar para PKL tetap dapat mencari nafkah.

"Tetap harus ada relokasi. Jadi masyarakat yang berolahraga nyaman, sementara pedagang juga tetap bisa berjualan," ujarnya.

Penataan Dadaha Diharapkan Berjalan Seimbang

Penataan kawasan Dadaha menjadi salah satu program prioritas Pemkot Tasikmalaya dalam mengembalikan fungsi kompleks olahraga sebagai ruang publik yang tertib, nyaman, dan aman.

Namun demikian, sejumlah warga berharap kebijakan tersebut dilaksanakan secara seimbang dengan memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya relokasi yang terencana dan lokasi usaha yang memadai, penataan kawasan Dadaha diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas ruang olahraga, tetapi juga tetap memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil untuk menjalankan aktivitas ekonominya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement