Ikuti Kami :

Disarankan:

Bahagianya Anak Berkebutuhan di Tasikmalaya saat Ikuti Pelatihan Memasak di Hotel Horison

Selasa, 02 Desember 2025 | 18:41 WIB
Bahagianya Anak Berkebutuhan di Tasikmalaya saat Ikuti Pelatihan Memasak di Hotel Horison
Bahagianya Anak Berkebutuhan di Tasikmalaya saat Ikuti Pelatihan Memasak di Hotel Horison. Foto: Tian K.

Sejumlah anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Paguyuban Pegiat Disabilitas (Papeditas) Kota Tasikmalaya mendapat kesempatan istimewa untuk belajar memasak di Hotel Horison Tasikmalaya, Selasa (2/12/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sejumlah anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Paguyuban Pegiat Disabilitas (Papeditas) Kota Tasikmalaya mendapat kesempatan istimewa untuk belajar memasak di Hotel Horison Tasikmalaya, Selasa (2/12/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.

Anak-anak yang seluruhnya merupakan pelajar SMA itu tampak antusias ketika diajak menyaksikan proses memasak oleh koki hotel. Setiap penjelasan dari juru masak diterjemahkan langsung oleh guru pendamping agar mudah dipahami peserta.

Tidak sekadar melihat, para siswa juga diberi kesempatan mempraktikkan cara membuat nasi goreng. Suasana gembira terlihat ketika mereka mengikuti arahan koki, bahkan salah satu peserta memperoleh kesempatan khusus untuk mencoba memasak secara mandiri. Ekspresi bahagia dan semangat terpancar selama kegiatan berlangsung.

Ketua Papeditas Kota Tasikmalaya, Harniwan Obech, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar untuk mendorong kemandirian serta mengasah kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar 2.200 anak disabilitas di Kota Tasikmalaya.

"Papeditas, 2200 orang disabilitas yang sekolah ada 770 pelajar, dari 75 lulusan hanya 1 yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Ini tantangan, makanya mengadakan pelatihan ini," kata Obech.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan hingga mampu berwirausaha.

"Mudah-mudahan ini menjadi awal bagi mereka ketika nanti keluar sekolah, bisa berwirausaha, karena tak menutup kemungkinan mereka bisa saja jadi pengusaha juga," ujarnya.

Pengurus Papeditas lainnya, Aris Rahman, menambahkan bahwa sudah ada delapan anak disabilitas yang berhasil bekerja di sejumlah rumah makan dan kafe.

"Yang 3 sudah mandiri, tak perlu didampingi lagi orang normal. Mereka tunarungu, 2 di balakecrakan," ungkap Aris.

Ia menilai, pelatihan memasak di hotel berbintang ini memberi pengalaman berharga sekaligus memperlihatkan kemampuan nyata anak-anak disabilitas.

"Para pengusaha itu sebenarnya mayoritas belum tahu secara utuh, belum melihat langsung bagaimana disabilitas itu sebenarnya mampu. Buruh rumah vokasi," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement