Ikuti Kami :

Disarankan:

Belasan Tahun Jalan Penghubung Lima Kampung di Sukalaksana Rusak, Camat Bungursari akan Lakukan ini

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:06 WIB
Belasan Tahun Jalan Penghubung Lima Kampung di Sukalaksana Rusak, Camat Bungursari akan Lakukan ini
Belasan Tahun Jalan Penghubung Lima Kampung di Sukalaksana Rusak, Camat Bungursari akan Lakukan ini. Foto: Tian K.

Jalan penghubung lima kampung di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah dan belum tersentuh perbaikan. Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama belasan tahun dan terus dikeluhkan warga.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jalan penghubung lima kampung di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah dan belum tersentuh perbaikan. Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama belasan tahun dan terus dikeluhkan warga.

Jalan yang menghubungkan Kampung Cibengkok, Cibatu, Cipeuteuy, Cinangsi, dan Cibeureum itu menjadi akses utama aktivitas warga sehari-hari. Namun, kondisi jalan yang berlubang, berdebu, dan licin saat hujan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Warga terpaksa berjibaku setiap hari melintasi jalan rusak tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas ekonomi. Bahkan, kerusakan jalan disebut semakin parah akibat sering dilintasi truk bermuatan berat.

Upaya warga untuk meminta perbaikan telah dilakukan berulang kali. Aksi penyampaian aspirasi ke Pemerintah Kota Tasikmalaya pun sudah beberapa kali digelar, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan pihak kecamatan telah melakukan berbagai upaya agar perbaikan jalan segera direalisasikan. Terbaru, pihaknya menghadap Asisten Daerah (Asda) untuk melaporkan kondisi jalan yang kerap dilalui truk tambang.

“Jangka pendeknya kita memberikan opsi untuk memindahkan jalurnya tidak melewati permukiman. Selain itu kita juga meminta mengurangi volume dan jam operasional dibatasi,” kata Sodik saat ditemui di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (16/1/2026).

Untuk merealisasikan langkah tersebut, pihak kecamatan juga menjalin koordinasi lintas daerah dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya guna memindahkan jalur angkutan berat ke arah Sukaratu, tepatnya di wilayah Cibanuang.

“Makanya sekarang mau temui pihak perusahaan. Ada dua perusahaan resmi yang lewat jalur pemukiman, karena resmi makanya harus koordinasi lintas sektoral,” ujarnya.

Sodik mengungkapkan, kerusakan jalan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Bahkan, warga sempat menghentikan truk-truk bermuatan berat yang melintas karena khawatir kondisi jalan semakin memburuk dan memicu konflik sosial.

“Kondisi jalan sudah 70 persen kerusakan jalan. Dan ada penghentian truk oleh warga, kalau dibiarkan khawatir ada gejolak aksi warga,” paparnya.

Ia menegaskan, warga berharap truk bertonase besar tidak lagi melintas di jalur tersebut, terutama setelah perbaikan dilakukan.

“Kalau sudah diaspal harapan warga tidak lewat kesitu lagi truk tambang. Kalau di beton lebih kuat. Jangka pendeknya di aspal dan tak dilewati truk tambang. Minimal saya berikan alternatif, meskipun alasan mereka kejauhan kalau harus memutar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menyebut perbaikan jalan di wilayah Sukalaksana membutuhkan anggaran besar.

Perbaikan jalan sepanjang hampir dua kilometer, dari Kampung Cibengkok hingga Cipeuteuy, diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp3 miliar.

“Itu mungkin ada panjanh 2 kilometer, anggarana mencapai Rp 3 miliar,” kata Hendra, Kamis (8/1/2026) siang.

Hendra menjelaskan, perbaikan jalan tersebut direncanakan menggunakan konstruksi beton rigid, mengingat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas.

“Karena jalan tersebut sering dilintas kendaraan dengan tonase besar, kalau aspal gak mungkin kuat juga,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui perbaikan permanen belum bisa direalisasikan pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran.

“Mungkin untuk jangka pendeknya tambal sulam. Kalau usulan sudah masuk, tapi yang jadi kendalanya anggarannya untuk tahun ini tidak ada,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement