Ikuti Kami :

Disarankan:

Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi: Sebelum Kejadian, Saksi dan Korban Sempat Konsumsi Miras

Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB
Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi: Sebelum Kejadian, Saksi dan Korban Sempat Konsumsi Miras
Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi: Sebelum Kejadian, Saksi dan Korban Sempat Konsumsi Miras. Foto: Istimewa

Kasat Reskrim AKP Januar Rangga Fardhela menyebut berdasarkan keterangan dua rekan korban, ketiganya sebelumnya mengonsumsi minuman keras.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengungkap fakta baru dalam penyelidikan kasus bentrokan yang menewaskan seorang remaja berinisial IMM (16) di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua saksi yang merupakan rekan korban, diketahui bahwa korban bersama kedua temannya merupakan anggota salah satu kelompok geng motor di Kota Tasikmalaya. Selain itu, sebelum insiden terjadi, mereka juga diketahui telah mengonsumsi minuman keras (miras) dan berencana mencari miras kembali.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap dua rekan korban yang saat kejadian berada dalam satu sepeda motor bersama IMM.

"Dari hasil pemeriksaan saksi, yaitu kedua rekan korban, diketahui bahwa mereka sebelumnya mengonsumsi minuman keras bersama. Setelah itu mereka berkeliling dengan tujuan mencari minuman keras lagi. Ketiganya juga merupakan anggota salah satu kelompok geng motor," ujar AKP Januar Rangga Fardhela, kepada NewsTasikmalaya.com, Kamis (3/9/2026).

Peristiwa yang berujung maut itu terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekira pukul 02.15 WIB. Saat itu, korban IMM bersama dua rekannya, yakni ZG (18) dan RA (17), berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Beat yang menggunakan knalpot brong.

Saat melintas di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, mereka diduga terlibat bentrokan dengan sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Dalam kejadian tersebut, IMM yang berada di posisi depan sepeda motor diduga menjadi sasaran pukulan menggunakan benda tumpul yang mengenai bagian kepala. Benturan keras itu membuat korban langsung tidak sadarkan diri dan mengalami luka serius.

Kedua rekannya kemudian membawa IMM ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif, korban akhirnya meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026).

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah IMM. Hasil pemeriksaan forensik tersebut masih menunggu keterangan resmi dari tim ahli dan akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan.

AKP Januar menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kronologi bentrokan dan identitas pihak lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Menurutnya, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai alat bukti guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa itu terjadi dan siapa saja yang terlibat," katanya.

Polres Tasikmalaya Kota memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab bentrokan yang berakhir dengan meninggalnya seorang remaja tersebut.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement