CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Ruang server SMPN 1 Kawali, Kabupaten Ciamis, terbakar pada Kamis (10/9/2026) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali diterjunkan ke lokasi kejadian.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengonfirmasi insiden itu terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Peristiwa bermula ketika petugas jaga sekolah mendengar suara ledakan dari arah ruang server.
Saat diperiksa melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), terlihat kepulan asap tebal beserta percikan api yang mulai membesar di dalam ruangan.
"Pada hari ini Kamis, 10 September 2026, telah terjadi kebakaran di ruang server SMPN 1 Kawali yang diduga akibat korsleting listrik," terang Budi Rahmat.
Akibat kepulan asap yang pekat dan kobaran api yang membesar secara cepat, petugas jaga sekolah tidak dapat melakukan pemadaman secara manual. Pihak sekolah lantas menghubungi Pos Damkar WMK Kawali pada pukul 04.35 WIB.
Menerima laporan tersebut, tim Damkar langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi dalam response time dua menit, yakni pada pukul 04.38 WIB.
"Karena api cepat membesar dan kepulan asap pekat menutup akses pemadaman manual, petugas segera melaporkan insiden tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Kawali demi menghindari bahaya yang lebih besar," jelas Budi.
Satu unit armada pancar bernomor polisi Z 8160 T beserta tiga personel dikerahkan ke area sekolah yang bertempat di Jalan Veteran Nomor 37, Dusun Kawali, Desa Kawali, Kecamatan Kawali. Petugas langsung melakukan proses pemadaman dilanjutkan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meskipun luas keseluruhan kompleks bangunan mencapai 8 x 12 meter, area yang hangus terbakar terbatas pada ruang server berukuran sekitar 3 x 4 meter. Seluruh rangkaian penanganan dan pendinginan selesai pada pukul 06.30 WIB.
"Penanganan turut dibantu oleh unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas PLN Kawali, kepala sekolah, serta penjaga sekolah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," tambah Budi.
Hingga saat ini, total kerugian materiil akibat kerusakan perangkat di ruang server masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.