Ikuti Kami :

Disarankan:

Fitur Live TikTok di Indonesia Hilang Imbas Aksi Demonstrasi

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23:44 WIB
Fitur Live TikTok di Indonesia Hilang Imbas Aksi Demonstrasi
Fitur Live TikTok di Indonesia Hilang Imbas Aksi Demonstrasi.

Sejak Sabtu malam (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, sejumlah pengguna TikTok di Indonesia melaporkan tidak dapat mengakses fitur TikTok Live, baik untuk melakukan siaran langsung maupun menonton siaran dari kreator lain. Ketidaktersediaan fitur ini memicu pertanyaan dan spekulasi dari warganet.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com — Sejak Sabtu malam (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, sejumlah pengguna TikTok di Indonesia melaporkan tidak dapat mengakses fitur TikTok Live, baik untuk melakukan siaran langsung maupun menonton siaran dari kreator lain. Ketidaktersediaan fitur ini memicu pertanyaan dan spekulasi dari warganet.

Menurut keterangan resmi dari pihak TikTok, penangguhan sementara fitur Live merupakan langkah pengamanan yang diambil menyusul situasi yang memanas akibat gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia.

“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia,” ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Langkah ini diambil setelah munculnya sejumlah konten siaran langsung yang dianggap provokatif dan berpotensi memperkeruh suasana. Situasi ini memuncak setelah dua peristiwa besar, demo besar-besaran menolak kenaikan tunjangan anggota DPR RI, serta tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilaporkan terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat unjuk rasa.

TikTok menyatakan telah menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas, dan terus melakukan pemantauan terhadap konten-konten yang berpotensi menyebarkan disinformasi atau kekerasan.

Pemerintah Akan Panggil TikTok dan Meta
Pemerintah Indonesia juga menanggapi serius fenomena penyebaran konten kekerasan selama demonstrasi, terutama melalui fitur live di media sosial. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil perwakilan TikTok dan Meta untuk membahas upaya mitigasi terhadap konten provokatif.

“Kerusuhan yang terjadi menunjukkan betapa mudahnya masyarakat terpapar konten yang memicu emosi di media sosial. Kami telah berkomunikasi dengan TikTok Asia Pacific dan akan segera berdiskusi mengenai langkah yang lebih efektif,” ujar Angga.

Selain TikTok dan Meta, pemerintah juga berencana memanggil perwakilan dari platform lain seperti X (sebelumnya Twitter). Namun, rencana tersebut masih terkendala karena platform tersebut tidak memiliki kantor perwakilan resmi di Indonesia.

Belum Ada Kepastian Terkait Pemulihan Fitur
Hingga berita ini diturunkan, TikTok belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kapan fitur Live akan kembali diaktifkan untuk pengguna di Indonesia. Pengguna diminta untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari pihak platform.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement