TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Tim forensik melakukan autopsi terhadap jasad Karna (96), seorang veteran TNI yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Proses autopsi dilakukan untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.
Petugas Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Dona Dermawan, mengatakan autopsi dilakukan di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung oleh tim dokter forensik, Jumat (1/8/2025).
"Hari ini kami mendampingi kepolisian Polres Tasikmalaya Kota untuk melakukan autopsi jasad korban," ujar Dona.
Autopsi dilakukan di RS Sartika Asih, Bandung, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.
"Autopsi dilakukan oleh dokter forensik khusus, kami hanya mendampingi dan menyerahkan jenazah yang sebelumnya disimpan di Kamar Mayat RSUD dokter Soekardjo," jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum proses autopsi, pihak Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya bersama dokter jaga telah melakukan visum atau pemeriksaan luar untuk mengetahui bagian tubuh yang mengalami luka.
"Sebelumnya, kami bersama dokter jaga melakukan pemeriksaan luar atau visum, untuk melihat bagian mana aja yang terluka. Saat ini autopsi masih berlangsung ya. Mudah-mudahan lancar," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Karna ditemukan tewas dengan luka bacok di bagian kepala pada Kamis (31/7/2025) sekira pukul 03.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang ojek yang melintas dan segera melaporkannya kepada warga.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan serangkaian penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengamankan seorang pria berinisial A (70), yang diduga sebagai pelaku.
“Kami langsung melakukan pengecekan ke TKP dan serangkaian penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kami mengerucut ke satu orang yang diduga sebagai pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra.
Menurut Herman, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka terbuka di kepala yang diduga akibat senjata tajam.
"Kami tidak percaya korban hanya terjatuh. Dari hasil olah TKP, korban meninggal karena luka bacok," tegasnya.
Keterangan dari keponakan korban, Dadang (63), turut menguatkan dugaan pembunuhan. Ia mengatakan bahwa pamannya biasa pergi ke masjid sekira pukul 03.00 WIB. Saat ditemukan, kepala korban ditutupi sorban. Setelah dibuka, tampak tiga luka bacok di bagian belakang kepala.
Dadang juga menyebut bahwa pelaku diduga adalah tetangga korban yang dikenal sering membawa senjata tajam dan bertingkah tidak stabil.
“Sering bawa golok, kapak, pisau. Marah-marah sendiri. Mungkin memang stres,” kata Dadang.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku serta mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang menewaskan veteran lansia tersebut.