Polisi Temukan 7 Pot Ganja di Rajapolah Tasikmalaya, Disamarkan di Tengah Kebun Cabai
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa ganja tersebut ditanam di area kebun cabai.
Disarankan:
Ribuan pendukung Persib Bandung yang dikenal sebagai Bobotoh memadati Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, dalam aksi konvoi pada Jumat malam (2/5/2025), usai tim kebanggaan mereka kalah dari Malut United pada laga ke-31 Liga 1 2024/2025 dengan skor 1-0.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ribuan pendukung Persib Bandung yang dikenal sebagai Bobotoh memadati Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, dalam aksi konvoi pada Jumat malam (2/5/2025), usai tim kebanggaan mereka kalah dari Malut United pada laga ke-31 Liga 1 2024/2025 dengan skor 1-0.
Pantauan di lokasi, sejak pukul 21.30 WIB, massa memadati dua lajur Jalan HZ Mustofa sambil menggeber kendaraan roda dua dan meneriakkan yel-yel dukungan untuk Persib. Aksi tersebut sempat menutup total jalur utama, menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.
"Meski kalah, tapi gelar juara tinggal satu kemenangan lagi. Persib pasti bisa," ujar Ali, salah seorang Bobotoh yang ikut dalam konvoi malam itu.
Ali menyatakan optimisme tinggi bahwa Persib akan mengamankan gelar juara saat menghadapi Barito Putera di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat 9 Mei 2025. Ia pun yakin Persib akan mencetak sejarah sebagai juara beruntun Liga 1.
"Kita rayakan nanti di Bandung. Persib Back to Back Champion, Insya Allah," ucapnya penuh semangat.
Namun, aksi konvoi tersebut menuai respons tegas dari aparat kepolisian. Massa yang semakin membeludak hingga mengganggu arus lalu lintas dibubarkan secara paksa oleh petugas dari Polres Tasikmalaya Kota.
Situasi sempat memanas saat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan kelompok konvoi yang enggan membubarkan diri. Polisi bahkan terlihat kesal karena sebuah ambulans sempat terjebak akibat kemacetan.
Sekitar pukul 22.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan HZ Mustofa akhirnya kembali normal setelah aparat berhasil membubarkan massa.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa ganja tersebut ditanam di area kebun cabai.
BPBD Kota Tasikmalaya mendistribusikan 8.000 liter air bersih ke Perumahan PDK Kahuripan seiring meluasnya krisis air hingga kawasan pusat kota (8/10/2026).
Polisi menyita tujuh pot tanaman ganja setinggi 15-20 sentimeter yang disamarkan di antara kebun cabai.