Ikuti Kami :

Disarankan:

Pecinta Alam Tasikmalaya Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Puing Jembatan Karangresik

Senin, 11 Agustus 2025 | 12:20 WIB
Pecinta Alam Tasikmalaya Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Puing Jembatan Karangresik
Pecinta Alam Tasikmalaya Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Puing Jembatan Karangresik. Foto: NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Komunitas pencinta alam di Tasikmalaya mengibarkan bendera merah putih berukuran 10x4 meter di puing bekas Jembatan Karangresik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang menjadi salah satu situs sejarah pertempuran melawan Belanda.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Komunitas pencinta alam di Tasikmalaya mengibarkan bendera merah putih berukuran 10x4 meter di puing bekas Jembatan Karangresik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang menjadi salah satu situs sejarah pertempuran melawan Belanda.

Aksi ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus mengenang perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaan. Kegiatan melibatkan komunitas Republik Aer, Tasikmalaya Caving Community (TCC), dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT).

Ketua FKPAT, Miftah Rizky, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memantik kembali memori perjuangan sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mewarisi semangat gotong royong dan keberanian.

Selain itu, Miftah yang akrab disapa Babol, menegaskan pentingnya generasi muda mengenal sejarah lokal agar tidak tercerabut dari akar perjuangan.

"Kita bisa saja maju secara teknologi, tapi semangat gotong royong dan keberanian seperti masa kemerdekaan harus tetap kita warisi," kata Miftah saat ditemui di wilayah Kecamatan Tawang, Senin (11/8/2025) pagi.

Ia menjelaskan, pengibaran bendera di puing pondasi jembatan yang berdiri tegak di aliran Sungai Citanduy bukan hal mudah. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan oleh dua personel dari Mahasiswa Pecinta Alam dan Tim Penjelajah Tasikmalaya Caving Community menggunakan teknik prusiking, yakni memanjat dan menuruni sisi jembatan dengan tali bersimpul.

"Di hadapan ratusan warga dan aparat pemerintah yang mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Alhamdulillah mereka sukses melaksanakan misi ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Republik Aer, Harniwan Obech, didampingi Rudiana dari TCC, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali memori perjuangan di Jembatan Karangresik.

"Di mana, saat pasukan dan rakyat bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan dari tentara Belanda. Momen ini bukan hanya sejarah Tasikmalaya, tapi bagian dari sejarah Indonesia," pungkas Obech.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement