BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar mulai menyiapkan strategi pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan di Pendopo Kota Banjar, Jumat (23/10/2026), yang dipimpin langsung Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan tokoh pemuda.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Banjar membahas sejumlah alternatif pembiayaan pembangunan melalui optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD), penjajakan investasi swasta, hingga pengembangan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Wali Kota Banjar Sudarsono mengatakan, potensi aset daerah dan posisi strategis Kota Banjar perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan serta memperkuat kemandirian fiskal.
“Melalui pendekatan creative financing, seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), hingga kemitraan investasi, Pemkot Banjar dapat mendongkrak PAD tanpa membebani masyarakat,” ujar Sudarsono.
Inventarisasi Aset hingga Penjajakan Investasi
Salah satu langkah yang disiapkan Pemkot Banjar yakni melakukan inventarisasi dan revitalisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui langkah tersebut, pemerintah akan mengidentifikasi potensi aset yang dapat dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Selain optimalisasi aset, Pemkot Banjar juga akan menjajaki peluang investasi swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas publik.
Skema innovative financing turut menjadi alternatif yang dipertimbangkan agar pemerintah memiliki lebih banyak pilihan sumber pendanaan, tanpa sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengelola keterbatasan fiskal sekaligus menjaga keberlanjutan program pembangunan.
Libatkan OPD dan Tokoh Pemuda
Pertemuan di Pendopo Kota Banjar tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Daerah II, Kepala Bappelitbangda, Kepala BPKPD, Kepala DPMPTSP, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDAP), serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Banjar.
Unsur tokoh pemuda diwakili Irwan Herwanto dan Irfan Ali Sya'bana. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan pembiayaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pemkot Banjar juga membuka ruang bagi kelompok pemikir atau think tank serta pengamat kebijakan publik untuk memberikan masukan dalam perencanaan pembangunan.
Pelibatan berbagai pihak dinilai penting agar kebijakan yang disusun tidak hanya mempertimbangkan aspek keuangan, tetapi juga potensi ekonomi daerah dan manfaatnya bagi masyarakat.
OPD Diminta Susun Kajian Teknis
Sebagai tindak lanjut pertemuan, sejumlah OPD akan menyusun kajian teknis untuk memetakan potensi aset daerah dan menentukan skema pembiayaan yang memungkinkan untuk diterapkan.
OPD yang terlibat meliputi Bappelitbangda, BPKPD, DPMPTSP, Bagian Pemerintahan, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam.
Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan aset, peluang kemitraan investasi, serta alternatif pembiayaan infrastruktur dan fasilitas publik sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.
Melalui penerapan creative financing dan innovative financing, Pemkot Banjar berharap pemanfaatan aset daerah semakin produktif, peluang investasi semakin terbuka, dan PAD dapat meningkat secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal agar pembangunan Kota Banjar dapat berjalan lebih optimal di tengah keterbatasan anggaran.