Jadwal Kereta Api Berubah Mulai 1 Desember 2026, KAI Terapkan Gapeka Baru, Penumpang Diminta Cek Sebelum Beli Tiket
PT KAI mulai memberlakukan Gapeka 2026 pada 1 Desember 2026 dengan perubahan jadwal hampir seluruh kereta api di Jawa dan Sumatera.
Disarankan:
Setelah lebih dari 30 tahun menumpang sambungan listrik milik saudara, Tatang dan keluarganya di Desa Sadangmekar, Bandung Barat, akhirnya memiliki meteran sendiri melalui program Light Up The Dream PLN.
BANDUNG BARAT, NewsTasikmalaya.com – Setelah puluhan tahun bergantung pada sambungan listrik milik keluarga, impian Tatang, warga Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, untuk memiliki meteran listrik sendiri akhirnya terwujud.
Melalui program Light Up The Dream (LUTD), PLN menghadirkan sambungan listrik gratis bagi Tatang dan keluarganya. Bantuan tersebut menjadi kado istimewa dalam momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang diperingati pada Rabu (28/10/2026).
Selama lebih dari 30 tahun, Tatang harus berbagi satu meteran listrik dengan dua keluarga lainnya. Kondisi itu membuat penggunaan listrik di rumahnya sangat terbatas. Peralatan elektronik seperti penanak nasi dan setrika jarang digunakan karena khawatir sambungan listrik mengalami kelebihan beban.
Tatang yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kayu bakar dan bekerja serabutan mengaku belum mampu memasang sambungan listrik sendiri. Penghasilan yang terbatas membuat kebutuhan pokok keluarga menjadi prioritas.
Bahkan, untuk menikmati pertandingan sepak bola Persib Bandung melalui televisi, ia terkadang harus pergi ke rumah saudaranya.
“Selama ini listrik paling banyak dipakai untuk lampu saja. Kalau mau pakai penanak nasi atau setrika, saya khawatir listriknya jeglek karena dipakai bersama-sama. Kalau mau menonton Persib bertanding, kadang saya pergi ke rumah saudara,” tutur Tatang.
Kini, melalui bantuan sambungan listrik mandiri berdaya 450 volt ampere (VA), Tatang dan keluarganya bisa menikmati listrik tanpa harus bergantung pada meteran milik orang lain.
Kehadiran listrik mandiri itu juga memunculkan harapan baru bagi istrinya. Ia bercita-cita memiliki lemari es agar dapat menyimpan bahan makanan dan hasil masakan. Bahkan, kegemarannya memasak diharapkan suatu saat bisa dikembangkan menjadi usaha kecil untuk membantu perekonomian keluarga.
Caca dan Keluarga Juga Rasakan Manfaat Listrik Mandiri
Kebahagiaan serupa dirasakan Caca, warga Desa Sadangmekar lainnya yang selama lebih dari 20 tahun menumpang sambungan listrik milik saudara.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Caca bekerja sebagai buruh ketika musim hujan dan mengambil pekerjaan serabutan saat musim kemarau. Ia juga mencari rumput untuk memberi makan domba titipan. Sementara itu, istrinya sesekali membantu menjualkan dagangan milik tetangga.
Di tengah keterbatasan ekonomi, memiliki sambungan listrik sendiri menjadi impian yang sulit diwujudkan. Karena itu, bantuan dari PLN disambut penuh rasa syukur.
“Saya senang dan bersyukur sekarang sudah punya sambungan listrik sendiri di rumah. Impian saya akhirnya terwujud,” ungkap Caca.
Sebelum mendapatkan bantuan, listrik di rumahnya lebih banyak digunakan untuk penerangan. Putri bungsunya, Nadia, yang masih duduk di kelas I sekolah dasar, bahkan harus pergi ke rumah saudara jika ingin menonton televisi.
Kini, keluarganya memiliki harapan untuk bisa menikmati kebersamaan di rumah sendiri.
“Dulu Nadia harus pergi ke rumah saudara kalau ingin menonton televisi. Sekarang, kalau sudah punya uang, saya ingin sekali membeli TV supaya kami bisa menonton bersama di rumah dan Nadia semakin semangat sekolah. Terima kasih kepada PLN, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar istri Caca.
Tatang dan Caca merupakan dua dari 11 keluarga prasejahtera di Desa Sadangmekar yang menerima bantuan sambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream.
Bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan penerangan, melainkan juga memberikan keleluasaan bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari serta membuka peluang meningkatkan taraf hidup.
Kepala Desa Sadangmekar, Dede Paridi, menjelaskan bahwa meskipun jaringan listrik PLN telah menjangkau wilayah desanya, kondisi ekonomi masih menjadi kendala bagi sebagian warga untuk memiliki sambungan mandiri.
Akibatnya, sejumlah keluarga terpaksa berbagi meteran dengan saudara maupun tetangga. Bahkan, terdapat satu sambungan listrik yang digunakan hingga enam rumah.
“Jaringan listrik sebenarnya sudah tersedia, tetapi masih banyak warga yang belum mampu memasang sambungan sendiri. Program ini sangat membantu masyarakat kami, sekaligus meringankan upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan listrik warga yang kurang mampu,” ujar Dede.
Ia berharap program bantuan sambungan listrik gratis dapat terus berlanjut karena masih ada keluarga yang membutuhkan. Pemerintah desa juga berharap dukungan PLN bisa menjangkau fasilitas umum, seperti PAUD dan posyandu, yang sebagian masih bergantung pada sambungan listrik warga sekitar.
PLN Hadirkan Ribuan Sambungan Listrik Gratis di Jawa Barat
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa kisah Tatang dan Caca menjadi gambaran bahwa akses listrik memiliki arti lebih luas daripada sekadar penerangan.
Menurutnya, kepemilikan sambungan listrik mandiri dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, mengembangkan potensi keluarga, hingga merintis usaha dari rumah.
“Bagi sebagian orang, memiliki meteran listrik sendiri mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang telah puluhan tahun bergantung pada sambungan orang lain, hal ini merupakan mimpi besar yang akhirnya terwujud. Kami ingin listrik yang dihadirkan PLN tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Joharifin.
Ia menambahkan, sambungan listrik mandiri juga memberikan kenyamanan dan mendukung keselamatan karena penggunaan listrik dapat dikelola melalui kWh meter masing-masing dengan instalasi yang memenuhi standar.
“Harapan kami, dari sambungan listrik ini akan lahir lebih banyak peluang. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, orang tua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa, bahkan mulai merintis usaha dari rumah. Inilah semangat Light Up The Dream, menghadirkan terang sekaligus menumbuhkan harapan,” tambah Joharifin.
Dalam momentum HLN ke-81, PLN UID Jawa Barat bersama PLN Group menggalang solidaritas untuk menghadirkan 2.710 sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Barat.
Program tersebut melanjutkan kontribusi insan PLN UID Jawa Barat yang sejak 2023 telah menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui Light Up The Dream.
Pelaksanaannya didukung donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi sejumlah entitas PLN Group. Di antaranya PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, PLN Pusharlis, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, PLN Electricity Services Unit Pelaksana 1 Jawa Barat, dan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat.
Bagi Tatang, Caca, dan keluarga penerima manfaat lainnya, sambungan listrik mandiri menjadi awal dari harapan baru. Keinginan untuk memasak lebih leluasa, memiliki usaha kecil, hingga berkumpul bersama keluarga di depan televisi kini semakin terbuka untuk diwujudkan.
Melalui program Light Up The Dream, PLN tidak hanya menghadirkan listrik ke rumah-rumah warga, tetapi juga membantu menyalakan impian keluarga prasejahtera yang selama bertahun-tahun menantikan kesempatan untuk menikmati listrik secara mandiri.
PT KAI mulai memberlakukan Gapeka 2026 pada 1 Desember 2026 dengan perubahan jadwal hampir seluruh kereta api di Jawa dan Sumatera.
Berikut adalah informasi cuaca terkini untuk wilayah Kabupaten Garut dan sekitarnya.
Berikut adalah informasi cuaca terkini untuk wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya.