Ikuti Kami :

Disarankan:

Warga Tasikmalaya Soroti Polemik Pengelolaan RSUD dr. Soekardjo: Pelayanan Harus Jadi Prioritas

Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:39 WIB
Watermark
Warga Tasikmalaya Soroti Polemik Pengelolaan RSUD dr. Soekardjo: Pelayanan Harus Jadi Prioritas. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Polemik mengenai pengelolaan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan pendapatnya, menekankan bahwa siapa pun pihak pengelolanya, yang terpenting adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Polemik mengenai pengelolaan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan pendapatnya, menekankan bahwa siapa pun pihak pengelolanya, yang terpenting adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Uyung Aria, warga Kecamatan Tawang, menilai bahwa masyarakat lebih membutuhkan pelayanan yang optimal ketimbang memperdebatkan siapa yang mengelola rumah sakit tersebut.

"Saya sebagai warga paling lebih ke layanan terhadap masyarakat, kadang masyarakat tidak tahu sebenarnya yang mengelola. Saya juga barusan saya kira yang mengelola kabupaten," ujar Uyung saat ditemui pada Rabu (6/8/2025) siang.

Ia mengatakan, jika nantinya pengelolaan rumah sakit diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka perubahan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan.

"Kalaupun provinsi mengambil lebih baik melayani masyarakat tidak ada keterlambatan obat, oksigen, pasti masyarakat akan mendukung," ujarnya.

Namun demikian, Uyung menegaskan bahwa jika Pemerintah Kota Tasikmalaya masih mampu membenahi RSUD, maka upaya tersebut harus dilakukan secara serius dan tidak boleh ada warga yang dirugikan.

"Apalagi sekarang lihat RSUD itu kedaruratan, orang tidak ke rumah sakit swasta berarti kan ke rumah sakit umum daerah. Nah sekarang masyarakat itu yang terpenting terlayani dengan cepat dan memang ketersediaan alat medis dan lain-lain," katanya.

Uyung juga mengakui bahwa berbagai persoalan di RSUD dr. Soekardjo perlu segera dibenahi. Ia berharap dengan adanya dukungan dana yang masuk, permasalahan lama bisa terselesaikan.

"Betul mungkin harus berkaca dari kejadian sebelumnya, ada apa, jangan sampai menimbulkan tunggakan dan lainnya," ujarnya.

"Harapan manajemen lebih dibenahi karena kalau melihat jumlah yang fantastis berarti ada kesalahan di manajerial, dan mudah-mudahan kedepan bisa jadi catatan dan menyudahi permasalahan kebelakang dan kita melihat kedepan," tambahnya.

Meski demikian, Uyung mengaku belum bisa banyak menilai pelayanan rumah sakit, karena selama ini ia dan keluarganya lebih sering menggunakan layanan rumah sakit swasta.

"Kalau mau dipegang pemkot silahkan saja, dengan berbagai catatan dan diawasi bersama," ucapnya.

Pendapat serupa disampaikan Isal, warga Kecamatan Indihiang. Ia menilai, masyarakat tidak terlalu mempersoalkan siapa yang mengelola rumah sakit, selama pelayanan kepada publik berjalan dengan baik.

"Masyarakat tidak berkentingnan mau itu dikelola pemkot ataupun provinsi. Yang penting pelayanan nya, jangan samapai sekarang, mau ke poli susah, fasilitas jelek," ungkapnya.

Isal bahkan menegaskan, jika Pemerintah Kota tidak mampu membenahi RSUD, maka sebaiknya pengelolaan diserahkan saja ke pemerintah provinsi.

"Ya kalau tidak mampu kasihkan aja ke pemrov. Ini untuk pelayanan kepada masyarakat intinya. Hilangkan lag egosektoral, yang utama pelayanan masyarakat," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement