TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Usaha kuliner legendaris khas Kota Tasikmalaya, Bakso Gejrot, resmi melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Setelah sukses menggurita dengan kepemilikan enam cabang di dalam negeri, brand kuliner yang berdiri sejak tahun 2014 ini bersiap membuka gerai perdana mereka di Arab Saudi.
Prosesi pelepasan para karyawan dan tenaga ahli yang akan bertugas ke Tanah Suci tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, pada Kamis (9/7/2026) siang. Acara pelepasan berlangsung khidmat di gerai Bakso Gejrot-Arem Cimulu, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Langkah ekspansi masif ini menjadi bukti nyata bahwa produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Tasikmalaya memiliki daya saing tinggi di pasar global. Bakso Gejrot yang awalnya hanya bisa dinikmati secara lokal, kini akan segera menyapa masyarakat internasional, khususnya para jemaah asal Indonesia yang sedang beribadah di Arab Saudi.
Pemilik (Owner) Bakso Gejrot, H. Dede Redi, mengakui bahwa ekspansi ke luar negeri ini merupakan pengalaman pertama bagi bisnisnya. Kendati demikian, ia melihat adanya peluang pasar yang sangat menjanjikan di kawasan Timur Tengah.
"Kenapa kami targetnya ke Arab Saudi? Karena potensi pasarnya sangat menggiurkan," ungkap H. Dede Redi kepada awak media, Kamis (9/7/2026).
Motivasi di balik pemilihan lokasi ini didasari oleh tingginya volume warga negara Indonesia (WNI) yang datang ke Arab Saudi untuk beribadah. "Kami termotivasi karena kuliner bakso asli Indonesia terbilang jarang ditemukan di Makkah. Biasanya jemaah sering merasa bosan dengan menu makanan hotel dan merindukan makanan khas daerah. Apalagi, hampir 50 persen jemaah di Arab Saudi berasal dari Indonesia, terutama saat musim haji," paparnya.
H. Dede menargetkan investasi pembukaan gerai baru ini sudah dapat mencapai titik balik modal (return on investment) dalam kurun waktu 10 bulan ke depan. Ia juga memastikan seluruh urusan perizinan dan legalitas usaha di bawah hukum kerajaan Arab Saudi telah rampung diselesaikan.
"Kami membawa bendera Indonesia dan nama Tasikmalaya. Legalitas kami sudah lengkap dan kami telah mengantongi lisensi resmi dari Kerajaan Arab Saudi," jelasnya.
Untuk operasional awal, manajemen Bakso Gejrot mempekerjakan total 20 orang personel. Seluruh tenaga ahli dan pramusaji diboyong langsung dari Kota Tasikmalaya, sementara untuk posisi kasir diisi oleh warga lokal Arab Saudi sesuai regulasi setempat.
Gerai ini direncanakan menjual satu porsi bakso seharga 25 Riyal atau berkisar di atas Rp100.000. Setelah titik pertama resmi berjalan, manajemen juga bersiap melakukan ekspansi ke area "Kampung Indonesia" dengan mengoperasikan 30 unit truk makanan (food truck) di berbagai lokasi strategis.
"Rencananya bulan depan akan dilakukan launching. Saat ini kami tinggal menunggu satu alat mesin penggiling bakso yang masih dalam proses pengiriman ke Arab Saudi. Di sana harga daging sapi relatif murah. Misi kami bukan sekadar berbisnis, melainkan memperkenalkan makanan asli daerah dari Tasikmalaya. Untuk bumbu, kami membawa pasokan yang sudah bersertifikat, terutama bumbu atom yang menjadi ciri khas utama bakso Tasik," urai H. Dede.
Langkah berani Manajemen Bakso Gejrot ini menuai apresiasi tinggi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra. Ia menilai capaian ini menjadi angin segar yang membanggakan di tengah dinamika ekonomi daerah.
"Di tengah kondisi anggaran dan fiskal daerah yang sedang kurang baik, tentunya kami merasa sangat bahagia melihat Bakso Gejrot kini bisa mendunia," tutur Diky Candra.
Diky menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki gudang sumber daya manusia yang berprestasi, kreatif, dan mandiri, yang salah satunya telah dibuktikan secara nyata oleh H. Dede Redi.
"Yuk, para jemaah umrah dan haji, mari kita saling menginformasikan agar kuliner khas Tasikmalaya ini tetap eksis, dikenal luas oleh khalayak banyak, serta membawa berkah," pungkasnya.