Ikuti Kami :

Disarankan:

SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya Gelar IHT, Tingkatkan Kompetensi Guru Berbasis Data

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:21 WIB
SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya Gelar IHT, Tingkatkan Kompetensi Guru Berbasis Data
SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya Gelar IHT, Tingkatkan Kompetensi Guru Berbasis Data. Foto: Istimewa

SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya menggelar In House Training (IHT) selama tiga hari untuk meningkatkan kompetensi 83 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berbasis data. Kegiatan yang mengusung tema penguatan kompetensi GTK ini menjadikan hasil ANBK dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar evaluasi dan perbaikan mutu pendidikan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – SMA Negeri 5 Tasikmalaya menggelar kegiatan In House Training (IHT) selama tiga hari sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan yang dimulai sejak Rabu (8/7/2026) tersebut mengusung tema Menguatkan Kompetensi GTK Berbasis Data untuk Mewujudkan SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya yang Unggul, Berkarakter, dan Berdampak.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 5 Tasikmalaya, Hj. Iis Suminar Rami, S.Pd., M.Pd., di ruang rapat sekolah dan diikuti oleh 83 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Menurut Iis, pelaksanaan IHT bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dan tenaga kependidikan dengan mengacu pada data pendidikan yang terukur. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kompetensi GTK berbasis data agar SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya semakin unggul, berkarakter, dan berdampak bagi sekolah maupun masyarakat,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (9/7/2026).

ANBK dan TKA Jadi Acuan Evaluasi

Iis menjelaskan, peningkatan kualitas guru dilakukan dengan menjadikan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)** dan Tes Kemampuan Akademik (TKA)** sebagai indikator utama dalam menyusun program pengembangan kompetensi.

Menurutnya, rapor pendidikan yang diterbitkan setiap tahun menjadi bahan evaluasi untuk melihat capaian sekolah sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

“Rapor pendidikan menjadi acuan kami. Alhamdulillah hasilnya cukup baik, namun jika ada indikator yang menurun tentu menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diperbaiki,” katanya.

Selain ANBK, hasil TKA siswa kelas XII juga menjadi perhatian serius. Jika capaian siswa masih berada di bawah rata-rata nasional, maka diperlukan peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian yang lebih efektif dan menarik.

“Guru harus mampu membuat soal dan metode pembelajaran yang lebih berkualitas agar prestasi akademik siswa terus meningkat,” tambahnya.

Hadirkan Beragam Narasumber

Dalam pelaksanaannya, IHT menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pendidikan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, hadir pula motivator nasional yang memberikan penguatan motivasi kepada para guru agar semakin berdaya dan mampu memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan.

Materi lainnya mencakup penguatan peran wali kelas, strategi pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler, hingga wawasan hukum yang dinilai penting bagi tenaga pendidik.

Menurut Iis, materi hukum diberikan sebagai bekal bagi guru dalam menghadapi berbagai tantangan yang kini dihadapi peserta didik.

“Anak-anak saat ini rentan terjerumus pada berbagai persoalan, seperti penipuan digital, judi online, pinjaman online ilegal, hingga pelanggaran hukum lainnya. Karena itu guru perlu memiliki pemahaman yang cukup agar bisa melakukan pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Fokus Bedah Rapor Pendidikan

Pada hari kedua, SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya menghadirkan pengawas dari KCD Wilayah VI yang membahas secara mendalam rapor pendidikan sekolah serta strategi peningkatan capaian Tes Kemampuan Akademik.

Pendekatan berbasis data menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. Setiap capaian pendidikan dianalisis untuk menentukan langkah peningkatan yang lebih tepat sasaran.

“Kami ingin semua program benar-benar berbasis data. Jika ada capaian yang perlu ditingkatkan, maka harus ada strategi yang jelas. Harapannya setelah IHT ini kemampuan guru semakin meningkat dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran serta prestasi siswa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan IHT ini, SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya berharap dapat terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement