Ikuti Kami :

Disarankan:

Berenang Sore Hari, Wisatawan Asal Bojongsoang Bandung Terseret Arus Pantai Barat Pangandaran

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:17 WIB
Berenang Sore Hari, Wisatawan Asal Bojongsoang Bandung Terseret Arus Pantai Barat Pangandaran
Berenang Sore Hari, Wisatawan Asal Bojongsoang Bandung Terseret Arus Pantai Barat Pangandaran.

Seorang wisatawan asal Bojongsoang, Bandung, bernama Mohamad Rizki (20) hilang terseret arus di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (17/7/2026) petang. Tim SAR Gabungan kini dikerahkan melakukan operasi pencarian intensif di sekitar lokasi.

PANGANDARAN, NewsTasikmalaya.com – Tim SAR Gabungan dikerahkan secara masif untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung yang dilaporkan hilang terseret arus laut. Korban diduga kuat tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di depan Hotel Bulak Laut, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung menerima laporan resmi mengenai kecelakaan laut tersebut dari Satpolairud Polres Pangandaran pada Sabtu (18/7/2026) pagi sekira pukul 05.45 WIB. Usai melakukan koordinasi silang dan memastikan validitas data, satu tim rescue dari Pos SAR Pangandaran langsung dideplikasikan menuju lokasi kejadian pada pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan data kronologi yang dihimpun di lapangan, insiden nahas itu sebenarnya terjadi pada Jumat (17/7/2026) petang sekira pukul 17.30 WIB. Peristiwa bermula saat tiga orang wisatawan nekat berenang di area larangan Pantai Barat Pangandaran menjelang petang.

Nahas, empasan ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret dua orang di antaranya ke tengah laut. Beruntung, satu korban atas nama Jatmiko (24) berhasil diselamatkan oleh aksi sigap nelayan setempat yang tengah melintas. Namun, satu korban lainnya atas nama Mohamad Rizki (20), warga Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, hilang tertelan ombak dan hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., menegaskan bahwa begitu mendapat lampu hijau mengenai validitas musibah tersebut, pihaknya langsung menerjunkan tim rescue terdekat untuk menyisir perairan.

"Begitu menerima laporan resmi dari rekan-rekan Polairud Pangandaran, kami segera melakukan verifikasi data dan langsung memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Pangandaran menuju titik koordinat kejadian. Saat ini, operasi penyisiran dan pencarian masih terus kami lakukan secara intensif bersama seluruh unsur SAR gabungan di lapangan," terang Ade Dian Permana, Sabtu (18/7/2026).

Operasi kemanusiaan ini sedikitnya melibatkan 16 personel gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas Pos SAR Pangandaran, Satpolairud Pangandaran, Balawista (Lifeguard) Pangandaran, serta dibantu komunitas nelayan lokal.

Guna menunjang pergerakan taktis, tim di lapangan disokong oleh armada satu unit Rescue Car Double Cabin, perlengkapan penyelamatan air (water rescue), perangkat komunikasi satelit, serta Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk personel.

Belajar dari rentetan kecelakaan laut yang kerap berulang, Kantor SAR Bandung kembali mengetuk kesadaran para pelancong dan mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai. Warga diminta selalu mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas Balawista, peka membaca kondisi cuaca ekstrem dan tinggi gelombang, serta dilarang keras berenang di area zona merah yang berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian maraton dengan membagi beberapa unit sektor sapuan di perairan Pantai Barat Pangandaran masih terus dioptimalkan hingga korban berhasil ditemukan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement