Ikuti Kami :

Disarankan:

BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN dan Hentikan Operasional 883 Dapur MBG, Sudaryono: Integritas Program Tak Bisa Ditawar

Senin, 27 Juli 2026 | 22:50 WIB
BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN dan Hentikan Operasional 883 Dapur MBG, Sudaryono: Integritas Program Tak Bisa Ditawar
BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN dan Hentikan Operasional 883 Dapur MBG, Sudaryono: Integritas Program Tak Bisa Ditawar. Foto: Instagram

Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan 261 pegawai non-ASN dan menghentikan operasional 883 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penegakan disiplin dan menjaga integritas program.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Sudaryono, mengumumkan pemberhentian 261 pegawai non-ASN serta penghentian operasional atau suspend permanen terhadap 883 dapur penyelenggara program MBG yang dinilai tidak memenuhi ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (27/7/2026), sebagai bagian dari komitmen BGN menjaga integritas institusi sekaligus memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan sesuai aturan. Berdasarkan keterangan Sudaryono, langkah tersebut diambil karena pelanggaran dan ketidakdisiplinan tidak dapat ditoleransi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non ASN. Selain itu kami telah menemukan ada 883 dapur yang kami suspend per hari ini, Senin (27/7/2026). Kami mencoba untuk bersih-bersih, kemudiam yang melanggar kami berikan sanksi," ungkap Sudaryono. 

Mantan Wakil Menteri Pertanian RI itu menegaskan, kualitas layanan, keamanan pangan, standar gizi, serta tata kelola operasional menjadi aspek yang wajib dipenuhi oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. BGN sebelumnya juga telah menyatakan akan memberikan teguran, pembinaan, hingga penutupan terhadap dapur yang tidak mampu memenuhi standar yang berlaku.

Meski ratusan dapur dihentikan operasionalnya, BGN memastikan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat tetap berjalan normal. Pasokan yang sebelumnya ditangani dapur yang disuspend akan dialihkan ke dapur terdekat agar layanan tidak terganggu.

Menurut Sudaryono, pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya harus tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, langkah penindakan dilakukan tanpa mengorbankan keberlangsungan program di lapangan.

Selain fokus pada pelayanan gizi, Program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Program ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, pemasok bahan pangan, hingga penciptaan lapangan kerja baru di berbagai wilayah.

BGN menegaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam program harus bekerja secara profesional, transparan, dan disiplin. Pengawasan terhadap dapur MBG akan terus diperketat agar kualitas pelayanan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap program nasional tersebut semakin meningkat.

Sejak dilantik sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026, Sudaryono berulang kali menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan BGN, termasuk menindak tegas pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat maupun mencederai tujuan Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan langkah ini, BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement