BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar terus meningkatkan layanan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau. Hingga awal September 2026, bantuan air bersih telah disalurkan ke 20 titik yang tersebar di empat kecamatan di Kota Banjar.
Peningkatan jumlah titik distribusi ini dilakukan sebagai respons terhadap bertambahnya kebutuhan air bersih warga di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus melayani permintaan bantuan air bersih dari masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Untuk pengiriman air secara keseluruhan saat ini ada 20 titik yang tersebar di empat kecamatan. Setiap hari kami mengirimkan air bersih ke titik-titik tersebut,” ujar Ruhimat, Rabu (2/9/2026).
Permintaan Air Bersih Terus Bertambah
Menurut Ruhimat, kebutuhan air bersih masyarakat hingga saat ini masih terus meningkat. Bahkan, BPBD Kota Banjar kembali menerima pengajuan distribusi air bersih dari wilayah Bojongkantong yang mulai mengalami kesulitan pasokan air.
Ia memperkirakan jumlah titik distribusi masih berpotensi bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan sumber air warga semakin berkurang.
“Sampai sekarang masih ada penambahan permintaan bantuan air bersih. Dari wilayah Bojongkantong juga sudah ada pengajuan,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh sejumlah warga, terutama di daerah yang mengandalkan sumber air alami seperti sumur dan mata air.
Setiap Titik Terima 5.000 Liter Air Bersih
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kota Banjar menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki berkapasitas 5.000 liter untuk setiap titik distribusi.
Air tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga.
Distribusi dilakukan secara rutin setiap hari guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
BPBD juga terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan tambahan.
Pengajuan Melalui Desa dan Kelurahan
Ruhimat menjelaskan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Setelah menerima pengajuan resmi, petugas BPBD akan melakukan asesmen atau pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat.
“Warga dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Setelah ada pengajuan, kami akan melakukan assessment terlebih dahulu sebelum penyaluran dilakukan,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan air bersih dapat tepat sasaran dan diberikan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Distribusi Didukung Lintas Sektor
Selain mengandalkan armada dan personel BPBD, pendistribusian air bersih di Kota Banjar juga mendapat dukungan dari berbagai pihak lintas sektor.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, terutama jika jumlah wilayah terdampak kekeringan terus bertambah.
BPBD Kota Banjar berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat membantu mengurangi dampak musim kemarau terhadap kehidupan warga.
Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, BPBD memastikan akan terus siaga dan siap melayani permintaan bantuan air bersih dari masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kota Banjar.