Ikuti Kami :

Disarankan:

Dinsos PPPA Banjar Siap Bantu Ibu Lansia dan Anak Sakit Kronis, Assessment Segera Dilakukan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:02 WIB
Watermark
Kepala Dinsos PPPA Kota Banjar, Hani Supartini. Foto: NewsTasikmalaya.com/Sukirman

Dinsos PPPA Kota Banjar siap membantu Titi Supiati dan Andi Kusmanto, ibu lansia dan anak yang mengalami sakit kronis. Petugas akan melakukan assessment dan menggandeng BAZNAS untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Banjar memastikan akan membantu seorang ibu lanjut usia (lansia) bersama anaknya yang tengah menghadapi kondisi sakit kronis dan keterbatasan ekonomi.

Keduanya diketahui merupakan Titi Supiati dan Andi Kusmanto, warga Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Ibu dan anak tersebut saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi terbatas serta menghadapi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian.

Keterbatasan fisik dan akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu kondisi yang membuat keduanya membutuhkan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak.

BPJS Kesehatan PBI Andi Kembali Aktif

Di tengah kondisi tersebut, kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik Andi Kusmanto telah kembali aktif.

Pengaktifan kepesertaan tersebut dilakukan setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Mekarsari dan Dinsos PPPA Kota Banjar untuk melakukan perbaikan data.

Kepala Dinsos PPPA Kota Banjar, Hani Supartini, membenarkan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan dapat diakses melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk bagi warga yang memenuhi ketentuan kepesertaan PBI.

Namun, menurut Hani, pemerintah tidak hanya akan melihat persoalan dari sisi kepesertaan jaminan kesehatan. Pihaknya juga perlu mengetahui secara langsung kondisi keluarga tersebut agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Dinsos PPPA Banjar Segera Turunkan Petugas

Hani mengatakan, Dinsos PPPA Kota Banjar akan segera menerjunkan petugas sosial untuk melakukan assessment ke lokasi tempat tinggal Titi dan Andi.

Assessment tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, serta kebutuhan lain yang harus mendapatkan penanganan.

"Kami akan menugaskan petugas sosial ke lapangan agar diketahui keberadaannya. Untuk bantuan yang sifatnya urgen, kita bekerja sama dengan BAZNAS. Selanjutnya, akan kita tindaklanjuti sesuai dengan administrasi yang ada," ungkap Hani.

Menurut Hani, hasil assessment nantinya akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan bentuk bantuan yang tepat. Langkah tersebut juga dilakukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Gandeng BAZNAS untuk Kebutuhan Mendesak

Selain melalui program pemerintah, Dinsos PPPA Kota Banjar juga membuka peluang kerja sama lintas sektoral untuk membantu memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Hani menyebut pihaknya akan menggandeng BAZNAS Kota Banjar, terutama apabila terdapat kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan bersifat urgen.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan terhadap warga yang membutuhkan bantuan, sembari pemerintah melakukan proses administrasi dan pendataan sesuai ketentuan.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, khususnya lansia dan anggota keluarga yang mengalami persoalan kesehatan.

Pemerintah Pastikan Siap Membantu

Hani menegaskan Dinsos PPPA Kota Banjar akan berupaya membantu Titi dan Andi sesuai dengan kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.

"Kami siap membantu kebutuhan lansia dan anaknya yang sedang mengalami sakit," pungkas Hani

Penanganan terhadap keluarga tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemulihan akses jaminan kesehatan. Pemerintah juga akan melihat kebutuhan sosial lainnya sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi sering kali saling berkaitan. Bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, biaya pengobatan, kebutuhan sehari-hari, hingga akses menuju fasilitas kesehatan dapat menjadi beban tambahan.

Melalui assessment lapangan dan koordinasi lintas sektor, Dinsos PPPA Kota Banjar berupaya memastikan keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh pendampingan sesuai kondisi mereka.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap peduli terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan sosial maupun akses pelayanan dasar.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement