Ikuti Kami :

Disarankan:

Dukung Kesejahteraan Hewan, Japfa dan Fapet UGM Bangun Model Farm Ayam Petelur Cage-Free

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:52 WIB
Dukung Kesejahteraan Hewan, Japfa dan Fapet UGM Bangun Model Farm Ayam Petelur Cage-Free
Dukung Kesejahteraan Hewan, Japfa dan Fapet UGM Bangun Model Farm Ayam Petelur Cage-Free.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) untuk membangun model farm ayam petelur sistem umbaran atau cage-free. Inisiatif ini merespons tren konsumsi telur cage-free di Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2025.

YOGYAKARTA, NewsTasikmalaya.com – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) untuk membangun model farm ayam petelur sistem umbaran atau cage-free. Inisiatif ini merespons tren konsumsi telur cage-free di Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2025.

Operasional kandang ini dipusatkan di UGM Innovation and Agro Technology Center, Yogyakarta. Sebagai bentuk dukungan awal, Japfa memberikan hibah berupa 1.500 ekor pullet (ayam dara siap bertelur) beserta pasokan pakan selama fase produksi.

Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, menjelaskan bahwa sistem cage-free memungkinkan ayam bergerak lebih bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya. Menurutnya, terpenuhinya standar kesejahteraan hewan (animal welfare) berbanding lurus dengan kualitas hasil ternak.

"Ketika kesejahteraan hewan terpenuhi, tingkat stres menurun, yang berdampak positif pada produktivitas dan kualitas telur," ujar Budi saat serah terima hibah di kandang Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Fapet UGM, Selasa (12/5/2026).

COO Poultry Indonesia Japfa, Arif Widjaja, menambahkan bahwa model farm ini dirancang sebagai basis ilmiah untuk menyediakan data produksi bagi peternak di seluruh Indonesia yang ingin beralih ke sistem serupa. Fasilitas ini diharapkan mendorong praktik peternakan yang lebih bertanggung jawab, terutama untuk menyuplai sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta perusahaan makanan global.

"Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tapi juga platform riset untuk mengembangkan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan," kata Arif.

Sustainable Poultry Program Manager Lever Foundation, Sandi Dwiyanto, menyambut baik langkah ini. Ia menilai riset di lingkungan akademik sangat krusial untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ekspektasi pasar global terkait keamanan pangan.

Data survei GMO Research Juli 2025 menunjukkan bahwa 72 persen konsumen percaya perusahaan makanan seharusnya beralih ke telur cage-free. Saat ini, lebih dari 2.000 perusahaan global seperti KFC, Burger King, Nestle, hingga jaringan hotel internasional seperti Hyatt dan Marriott telah berkomitmen beralih 100 persen ke telur cage-free pada rentang 2025 hingga 2027. Di Indonesia, sejumlah jenama besar seperti Superindo, Ismaya Group, dan Bali Buda juga telah memulai transisi kebijakan yang sama.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement