Ikuti Kami :

Disarankan:

Ibu Lansia Tunanetra dan Anak Lumpuh di Kota Banjar Berjuang Melawan Sakit, Puskesmas Terjunkan Tim Home Visit

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:12 WIB
Ibu Lansia Tunanetra dan Anak Lumpuh di Kota Banjar Berjuang Melawan Sakit, Puskesmas Terjunkan Tim Home Visit
Ibu Lansia Tunanetra dan Anak Lumpuh di Kota Banjar Berjuang Melawan Sakit, Puskesmas Terjunkan Tim Home Visit.

Pasangan ibu lansia tunanetra dan anak penderita kelumpuhan di Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, membutuhkan penanganan medis berkelanjutan.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Kisah pilu dialami Titi Supiati (75) dan putra kandungnya, Andi Siswanto (48), warga RT 3 RW 8 Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Ibu dan anak yang tergolong keluarga kurang mampu tersebut kini harus berjuang melawan penyakit kronis di rumah kontrakan mereka dengan keterbatasan fisik serta akses layanan kesehatan.

Titi Supiati diketahui menderita disabilitas fisik lansia akibat riwayat glaukoma yang memicu gangguan penglihatan total. Sementara sang anak, Andi Siswanto, mengalami kelumpuhan akibat saraf terjepit yang berujung pada timbulnya ulkus dekubitus (luka borok akibat berbaring lama) yang cukup luas serta atrofi otot pada kakinya.

Perwakilan keluarga, Hesti, menceritakan bahwa awalnya Andi bertugas merawat sang ibu. Namun, kondisi berbalik setelah Andi terjatuh dan mengalami kelumpuhan sejak Maret 2026.

"Ibu saya sudah lama tidak bisa melihat jadi dirawat adik kami, Andi. Nah, bulan Maret tahun ini Andi malah lumpuh setelah alami saraf kejepit usai jatuh. Sejak sakit, dia bahkan tidak bisa apa-apa lagi. Namun desilnya malah naik menjadi desil 6 dan sempat menjadi kendala saat berobat karena BPJS PBI-nya dinonaktifkan," terang Hesti.

Saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan PBI milik Andi telah diaktifkan kembali usai pihak keluarga berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Mekarsari dan Dinas Sosial PPA Kota Banjar.

Kepala Puskesmas Banjar 3, dr. Sari Wahyu Ningrum, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (home visit) langsung ke lokasi.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan Ibu Titi mengalami gejala diabetes dan kolesterol tinggi, sedangkan Pak Andi mengalami ulkus dekubitus yang cukup luas. Dari riwayatnya, Pak Andi sempat dioperasi di PMC dan dirujuk ke RS Margono Purwokerto, namun terkendala akses pengantar dan pendampingan," ujar dr. Sari usai pemeriksaan, Rabu (26/8/2026).

Selain kendala medis, ketidaksesuaian data kaji ulang sosial menjadi sorotan karena keluarga kurang mampu ini tercatat masuk ke dalam desil 6 (kategori mampu). Kendati demikian, dr. Sari memastikan status JKN PBI milik keduanya saat ini sudah aktif kembali di Puskesmas Banjar 3.

Guna menindaklanjuti kondisi tersebut, Puskesmas Banjar 3 menjadwalkan kunjungan rutin serta memfasilitasi rujukan medis tingkat lanjut ke RS Margono Purwokerto, termasuk penyiapan armada ambulans.

"Melalui home visit terjadwal, kami mengedukasi keluarga mengenai teknik perawatan luka ulkus dekubitus serta latihan mobilisasi gerak tubuh secara berkala. Penanganan kesehatan seperti ini memerlukan kolaborasi bersama, baik dari keluarga, lingkungan sekitar, maupun dinas terkait," pungkas dr. Sari.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement