TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya resmi meluncurkan 25 agenda kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya yang terangkum dalam perhelatan Tasik Oktober Festival (TOF) 2026.
Rangkaian perayaan perak ini mencakup sektor olahraga dan kebugaran, seni budaya, kesehatan, sosial dan pelayanan masyarakat, perdagangan dan ekonomi kreatif, ketenagakerjaan, edukasi, lingkungan hidup, hingga aneka perlombaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengungkapkan bahwa mayoritas pembiayaan agenda TOF 2026 dan acara puncak tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni hasil kolaborasi sponsorship serta sinergi kelembagaan.
"Ini ada sponsor dari bjb, BI juga ada. Iya nol budgeting. Kita kan berkolaborasi dengan kementerian, bjb, semua dengan pihak lainnya," kata Sekda Asep Goparullah, Jumat (9/10/2026) siang.
Meski panggung utama dan agenda TOF disokong mitra swasta serta BUMN/BUMD, Sekda Asep menjelaskan bahwa alokasi APBD hanya digunakan secara terbatas untuk kegiatan perayaan tingkat kecamatan melalui skema pergeseran anggaran berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per wilayah.
"Hanya untuk kegiatan di kecamatan itu menggunakan anggaran dari APBD, itu pergeseran sekitar Rp5 sampai Rp10 juta. Kalau kegiatan lainnya tidak ada, puncak acaranya juga sama," ucapnya.
Asep menambahkan, beberapa agenda nasional yang terintegrasi ke dalam kalender hari jadi tetap berjalan mengacu pada mata anggaran instansi pengampu asal.
"Kalau kayak kaitan Hari Santri masuk rangkaian, tapi ada kegiatannya dan ada anggarannya. Dari segi untuk pagu anggaran tidak ada," jelas Asep.
Melalui strategi efisiensi budget dan skema kolaborasi sponsorship ini, Pemkot Tasikmalaya optimistis perayaan HUT ke-25 tetap berlangsung semarak tanpa mengganggu stabilitas postur keuangan daerah.