Murni Bantuan Sponsor dan Tak Gunakan APBD, Rangkaian Hari Jadi Ke-25 Kota Tasikmalaya Tetap Semarak
Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menegaskan panggung utama TOF 2026 dan perayaan HUT ke-25 menggunakan sponsor tanpa dana APBD (9/10/2026).
Disarankan:
Dalam kasus di Jalan Veteran, tersangka berinisial V.A.T (23) yang sempat buron berhasil ditangkap di Nusa Tenggara Timur pada 8 Oktober 2026 melalui kerja sama dengan Polda NTT.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Tiga peristiwa kekerasan jalanan di Kota Tasikmalaya berujung duka. Tiga orang kehilangan nyawa dalam kejadian berbeda yang diduga melibatkan geng motor. Di balik setiap kasus, ada keluarga yang harus menghadapi kehilangan orang tercinta akibat aksi kekerasan.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota kini berhasil mengungkap ketiga kasus tersebut. Sejumlah orang yang diduga terlibat telah diamankan, termasuk seorang tersangka yang sempat buron dan akhirnya ditangkap di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tersangka berinisial V.A.T (23) ditangkap pada Kamis (8/10/2026) setelah dilakukan pengejaran. Penangkapan itu terlaksana berkat kerja sama Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dengan Polda NTT.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, membenarkan perkembangan pengungkapan tiga kasus tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026).
Rangkaian perkara itu terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Jalan EZ Muttaqin di Kecamatan Mangkubumi, Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Kawalu, serta Jalan Veteran di Kecamatan Cihideung.
Pedagang Jasuke Jadi Korban Pelemparan Batu
Kasus pertama terjadi pada Minggu (30/8/2026) di Jalan EZ Muttaqin, Kelurahan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Seorang pemuda yang berjualan jagung susu keju (jasuke) menjadi korban pelemparan batu.
Peristiwa tersebut menambah daftar kekerasan jalanan yang berujung fatal. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga para pelaku yang diduga terlibat berhasil diamankan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan di jalanan tidak hanya mengancam rasa aman masyarakat, tetapi juga dapat merenggut masa depan seseorang dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pemuda Tewas dalam Kasus di Kawalu, Empat Orang Diamankan
Duka serupa terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, pada 14 Agustus 2026. Seorang pemuda meninggal dunia dalam peristiwa kekerasan yang diduga melibatkan anggota geng motor.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat. Penyidik terus mendalami perkara untuk mengungkap peran masing-masing orang dalam kejadian yang merenggut nyawa korban itu.
Kematian korban menjadi konsekuensi paling tragis dari kekerasan yang terjadi di ruang publik. Jalan yang semestinya menjadi tempat masyarakat beraktivitas justru menjadi lokasi terjadinya peristiwa yang berakhir dengan kehilangan nyawa.
Sempat Buron, Tersangka Kasus Jalan Veteran Ditangkap di NTT
Kasus ketiga terjadi di Jalan Veteran, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (30/8/2026), sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda bernama Rizky Agung Pratama Putra (20), warga Kampung Leuwihiem, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah ditendang hingga terjatuh. Salah satu orang yang diduga terlibat, V.A.T (23), sempat melarikan diri usai kejadian sehingga harus diburu aparat kepolisian.
Pengejaran itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah sempat buron, V.A.T berhasil ditangkap di wilayah NTT pada Kamis (8/10/2026).
Penangkapan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Polda NTT.
Tertangkapnya tersangka menjadi perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut. Selanjutnya, proses penyidikan diperlukan untuk mendalami peristiwa dan memastikan pertanggungjawaban hukum sesuai dengan bukti yang diperoleh.
Polisi Ungkap Tiga Kasus, Kekerasan Jalanan Jadi Perhatian
AKP Januar Rangga Fardhela membenarkan pengungkapan ketiga perkara yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia tersebut.
"Alhamdulillah, tiga kasus ini dapat kami ungkap. Para pelaku pun sudah kami amankan," ujar Januar, Jumat (9/10/2026).
Pengungkapan ini menunjukkan upaya kepolisian dalam menindaklanjuti kasus kekerasan jalanan, termasuk mengejar orang yang diduga terlibat meskipun telah melarikan diri ke luar daerah.
Di balik proses hukum yang berjalan, ada pesan penting bagi masyarakat: kekerasan bukan sekadar persoalan perselisihan di jalanan. Ketika tindakan brutal merenggut nyawa, dampaknya meluas kepada keluarga korban dan lingkungan yang kehilangan rasa aman.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing provokasi atau terlibat dalam aksi kekerasan kelompok. Warga juga diminta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain. Warga bisa melaporkannya melalui layanan Call Center 110.
Penanganan ketiga kasus tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kekerasan memiliki konsekuensi serius.
Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menegaskan panggung utama TOF 2026 dan perayaan HUT ke-25 menggunakan sponsor tanpa dana APBD (9/10/2026).
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi membuka Kick-off Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya di Kecamatan Indihiang dengan menghadirkan layanan publik gratis dan GPM (8/10/2026).
Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengungkap tiga kasus kekerasan yang diduga melibatkan geng motor dan menyebabkan tiga korban meninggal dunia.