Ikuti Kami :

Disarankan:

Nama Institusi Dicatut Akun Asusila Pelanggan Ojol, Ponpes Al Mubarok Tasikmalaya Berikan Klarifikasi Resmi

Senin, 06 Juli 2026 | 23:14 WIB
Watermark
Nama Institusi Dicatut Akun Asusila Pelanggan Ojol, Ponpes Al Mubarok Tasikmalaya Berikan Klarifikasi Resmi.

Pihak Pondok Pesantren Al Mubarok Tasikmalaya melayangkan klarifikasi resmi terkait kasus chat asusila sesama jenis oknum pelanggan ojol yang viral (6/7/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mubarok memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya pemberitaan mengenai aksi asusila oknum pelanggan pria terhadap pengemudi ojek daring (online/ojol) yang sempat viral di jagat media sosial. Pemberitaan tersebut memicu kesalahpahaman publik lantaran mencantumkan nama institusi pendidikan keagamaan tersebut dalam tangkapan layar obrolan aplikasi.

Klarifikasi tertulis ini dilayangkan langsung oleh pihak perwakilan dan simpatisan Pondok Pesantren Al Mubarok guna meluruskan informasi, menghindari fitnah, serta menjaga integritas nama baik lembaga keagamaan yang selama ini dijaga ketat.

Dalam surat pernyataan resminya yang ditujukan kepada redaksi, perwakilan Pondok Pesantren Al Mubarok menegaskan dua poin krusial secara sadar dan berdasar:

 * Oknum pelanggan atau pria yang melancarkan pesan asusila di dalam fitur chhat aplikasi ojol tersebut bukanlah santri dari Pondok Pesantren Al Mubarok.

 * Penyebutan nama tempat atau pesantren di dalam obrolan tersebut murni merupakan klaim sepihak dari oknum yang bersangkutan, serta tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan lembaga maupun santri kami.

"Postingan ini telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan berpotensi mencemarkan nama baik institusi pendidikan Pondok Pesantren Al Mubarok yang selama ini kami jaga," tulis pihak perwakilan pesantren dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).

Demi menghindari dampak sosial yang lebih luas serta menjaga integritas informasi, pihak pesantren memohon dengan sangat kepada pihak redaksi untuk segera menindaklanjuti hal ini dengan menghapus (take down) unggahan tersebut, atau setidaknya menyunting dan menghapus bagian gambar yang mencantumkan nama institusi mereka.

Pihak pesantren menyatakan tetap menghargai penuh kerja jurnalistik rekan-rekan media. Namun, mereka juga berharap agar asas konfirmasi serta perlindungan terhadap nama baik institusi pendidikan dapat dikedepankan dalam setiap produk pemberitaan.

Sebelumnya, komunitas pengemudi daring di Tasikmalaya digegerkan oleh keluh kesah akun Facebook Oga Nugraha di grup "grab gojek tasikmalaya". Unggahan tersebut memuat kekesalan atas kelakuan pelanggan pria bernama akun Devin Firmansyah yang mengirimkan pesan ajakan seksual sesama jenis dengan modus rumah yang sedang sepi.

Dalam rute pemesanan layanan GoRide Hemat tersebut, oknum pelanggan sempat meminta pengemudi ojol untuk menjemputnya dengan menggunakan titik acuan lokasi di sekitar Kp. Cikalapa, Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui klarifikasi resmi ini, dapat dipastikan bahwa pencantuman nama pesantren tersebut murni merupakan klaim sepihak dari oknum pelanggan dan tidak melibatkan institusi Ponpes Al Mubarok.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement