JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian industri otomotif nasional melalui pengembangan kendaraan listrik berbasis energi baru dan terbarukan. Komitmen tersebut ditegaskan sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Melansir laman presidenri.go.id, Rabu (22/7/2026) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk rencana pembangunan pabrik motor listrik yang diproduksi oleh anak bangsa.
Menurutnya, pengembangan industri kendaraan listrik bukan sekadar proyek otomotif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah perubahan tren industri global yang semakin mengarah pada penggunaan energi bersih.
Prasetyo mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk mewujudkan industri kendaraan listrik nasional yang mandiri. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia, serta komitmen pemerintah, target tersebut diyakini dapat tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Ia menilai keberhasilan membangun kendaraan listrik produksi dalam negeri akan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk teknologi yang kompetitif sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Selain memperkuat sektor industri, pengembangan kendaraan listrik juga dinilai memiliki dampak besar terhadap ketahanan energi nasional. Penggunaan kendaraan listrik diyakini dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil yang selama ini masih mendominasi sektor transportasi.
Menurut Prasetyo, transformasi menuju kendaraan listrik akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Berkurangnya konsumsi BBM tidak hanya membantu mengurangi beban energi nasional, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
“Keberhasilan membangun kendaraan listrik nasional bukan hanya tentang industri otomotif, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan memperkuat kemandirian energi bangsa,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Prasetyo juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku industri, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung percepatan pengembangan kendaraan listrik nasional. Ia menekankan bahwa berbagai tantangan yang masih dihadapi harus dijadikan motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan optimisme terhadap kemampuan industri nasional dalam memproduksi kendaraan listrik karya anak bangsa. Presiden menargetkan Indonesia segera memiliki motor listrik dan mobil listrik yang sepenuhnya dikembangkan oleh putra-putri Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 17 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa penguatan industri nasional menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.
Langkah pengembangan kendaraan listrik nasional juga sejalan dengan upaya pemerintah membangun rantai pasok industri kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi baterai, hingga manufaktur kendaraan. Dengan ekosistem yang terintegrasi, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik dunia.
Ke depan, pemerintah optimistis pengembangan kendaraan listrik nasional tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan investasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.