Prabowo Percepat Program Listrik Desa dan Energi Terbarukan, Pastikan Stok BBM Nasional Tetap Aman
Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan program energi nasional bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Disarankan:
Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan audiensi dengan Perpustakaan Nasional RI untuk memperkuat ekosistem literasi dan pengembangan perpustakaan daerah.
JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat. Langkah tersebut ditunjukkan melalui audiensi yang dipimpin langsung Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan, bersama jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perpustakaan Nasional RI itu membahas berbagai strategi pengembangan ekosistem literasi, peningkatan layanan perpustakaan daerah, penguatan perpustakaan sekolah, hingga transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Viman menegaskan bahwa perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku.
Menurutnya, perpustakaan perlu berkembang menjadi ruang publik yang aktif, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain menjadi pusat informasi, perpustakaan juga harus mampu menjadi wadah belajar, berdiskusi, berkreasi, mengembangkan keterampilan, serta memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan.
“Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kapasitas dan kreativitas warga,” ujarnya.
Dorong Perpustakaan Daerah yang Lebih Representatif
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Tasikmalaya juga menyampaikan rencana pengembangan perpustakaan daerah yang lebih representatif guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kajian pengembangan akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aksesibilitas lokasi, kesiapan aset daerah, kualitas pelayanan, hingga kemampuan keuangan daerah.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan layanan literasi di Kota Tasikmalaya.
Kerja sama yang dibahas meliputi peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, penambahan koleksi bahan bacaan, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan, serta pengembangan berbagai program literasi yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Perkuat Literasi Sekolah dan Data Kepustakaan
Selain membahas infrastruktur perpustakaan, kedua pihak juga menyoroti pentingnya pembinaan perpustakaan sekolah sebagai fondasi peningkatan budaya baca sejak usia dini.
Pemutakhiran data kepustakaan, penguatan koordinasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dengan satuan pendidikan, serta peningkatan dokumentasi program literasi menjadi bagian penting dalam upaya mengukur perkembangan literasi masyarakat secara lebih akurat.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung penyusunan kebijakan berbasis data sehingga program literasi yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Siapkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Salah satu agenda penting yang dibahas adalah penerapan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Kota Tasikmalaya.
Program ini mendorong perpustakaan menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga mendukung peningkatan keterampilan, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Rencananya, pengembangan TPBIS akan mulai dipersiapkan pada tahun 2027 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, pelaku usaha, pegiat budaya, hingga kelompok masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis pengetahuan.
Selaras dengan Program Tasik Pintar
Penguatan literasi yang dibahas dalam audiensi ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya dalam RPJMD 2025–2029, khususnya melalui Program Tasik Pintar.
Program tersebut menempatkan peningkatan budaya baca, pengembangan perpustakaan, literasi digital, dan penyediaan sarana pendidikan sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Selain itu, Pemkot Tasikmalaya dan Perpustakaan Nasional juga menjajaki peluang kolaborasi dalam rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya pada Oktober 2026. Beberapa agenda yang berpotensi disinergikan antara lain gerakan membaca, festival literasi, pameran buku, penguatan duta baca, hingga peluncuran program literasi yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tasikmalaya akan menyiapkan rencana aksi lintas perangkat daerah yang mencakup pemutakhiran data perpustakaan, pemetaan kebutuhan perpustakaan sekolah, penyusunan konsep pengembangan perpustakaan daerah, serta pengajuan dukungan program kepada Perpustakaan Nasional.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang modern, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya.
Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan program energi nasional bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi melakukan audiensi ke Perpusnas RI di Jakarta pada Selasa (28/7/2026) guna mendorong perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan literasi warga.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menetapkan tiga prioritas utama pembenahan lembaga, yakni pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan transparansi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.