TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Tasikmalaya menggelar khitanan massal bagi 80 anak di RSUD Dewi Sartika, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya sekaligus Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118.
Kegiatan sosial tersebut dihadiri langsung Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, Kepala Dinas Kesehatan dr. Asep Hendra Hendriana, Ketua Baznas, serta pimpinan Kantor Cabang Bank bjb Kota Tasikmalaya.
Dalam kesempatan itu, Viman menyapa para orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk menjalani khitan. Ia juga mengunjungi sejumlah ruangan pelaksanaan khitanan massal untuk memberikan semangat kepada para peserta.
Viman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Tasikmalaya, IDI, Baznas, dan Bank bjb dalam menghadirkan pelayanan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, khitanan massal menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian HUT ke-25 Kota Tasikmalaya yang diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Sebetulnya ini juga tiap tahun ada, nah setelah dua tahun harapannya kan depan yang di khitan ini lebih banyak lagi untuk warga Kota Tasikmalaya, dan ini dijadikan acara tahunan kedepannya, menjadi acara tahunan kalau warga Kota Tasikmalaya mau khitan di khitanan massal di HUT Kota Tasikmalaya," kata Viman.
Ia pun menantang IDI Kota Tasikmalaya agar pelaksanaan khitanan massal tahun depan dapat menjangkau lebih banyak anak. Jika tahun ini diikuti 80 peserta, jumlah tersebut diharapkan meningkat secara signifikan pada penyelenggaraan berikutnya.
Kenalkan Layanan RSUD Dewi Sartika kepada Masyarakat
Viman menjelaskan, pemilihan RSUD Dewi Sartika sebagai lokasi kegiatan juga bertujuan memperkenalkan fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut kepada masyarakat.
Ia berharap warga semakin mengetahui bahwa Kota Tasikmalaya memiliki fasilitas rumah sakit selain RSUD dr. Soekardjo yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan.
"Kalau misalnya yang sakit bukan hanya saja di RSUD dr. Soekardjo, tapi bisa juga ke RSUD Dewi Sartika," ucapnya.
Lebih lanjut, Viman menegaskan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Khitanan massal, menurutnya, merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung kesehatan anak-anak.
"Dan khitanan ini adalah salah satu wujud kami Pemkot itu hadir di tengah-tengah masyarakat, karena khitanan ini sunnah Rasulullah yang harus dilakukan. Banyak aspek kesehatan yang akan sehat ketika anak-anak ketika kita semua dikhitan," tegasnya.
IDI Siap Tingkatkan Peserta hingga 500 Anak
Ketua IDI Cabang Kota Tasikmalaya, dr. H. Farid Wajdi, mengungkapkan bahwa sebanyak 80 anak mengikuti khitanan massal tahun ini. Peserta dihimpun melalui koordinasi dengan sejumlah puskesmas di wilayah Kota Tasikmalaya.
Menurut Farid, persiapan kegiatan tahun ini berlangsung dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, IDI tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mengikutsertakan anaknya dalam program tersebut.
Menanggapi tantangan Wali Kota Tasikmalaya agar jumlah peserta ditingkatkan pada tahun depan, Farid menyatakan kesiapannya.
"Kita siap, karena sekarang mepet banget, kemarin kan IDI juga baru muscab, jadi belum sempat pengurus tentu ada HUT Kota Tasik, pak wali minta ya kita siapkan, tapi Alhamdulilah terpenuhi, kalau tahun depan siap kalau pak minta wali minta 500," ucapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan khitanan massal, IDI melibatkan empat tim dari rumah khitan serta sejumlah dokter yang berpengalaman dalam kegiatan serupa.
Farid menyebutkan, usia peserta cukup beragam, mulai dari bayi berusia 23 hari dan 40 hari hingga anak yang duduk di kelas II sekolah dasar.
"Kalau tadi variasi umurnya ada yang umur 23 hari, sama 40 hari, yang paling besar kelas 2 SD, Insyaallah hampir selesai," pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, IDI bersama Pemkot Tasikmalaya berharap pelayanan kesehatan berbasis sosial dapat terus diperluas. Target peningkatan jumlah peserta menjadi 500 anak pada tahun depan juga diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak keluarga untuk memperoleh layanan khitanan massal.