MALANG, NewsTasikmalaya.com – Berbagai program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani. Mulai dari kemudahan akses pupuk, pemanfaatan teknologi dalam sistem pertanian, hingga pendampingan yang lebih intensif dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Melansir laman presidenri.go.id, Senin (20/7/2026) hal tersebut terungkap dalam kegiatan Panen Raya Serentak Nasional bersama TNI yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan menjadi momentum bagi para petani untuk menyampaikan pengalaman mereka terhadap perubahan yang terjadi di sektor pertanian.
Salah seorang petani tebu, Abdul Mujib, mengungkapkan bahwa sistem pertanian saat ini mengalami banyak kemajuan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, berbagai proses yang dahulu dilakukan secara manual kini telah beralih ke sistem berbasis teknologi sehingga lebih efektif dan terorganisir.
Ia menjelaskan, salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah proses penebusan pupuk yang kini menggunakan sistem digital. Mekanisme tersebut membuat distribusi pupuk menjadi lebih tertata dan mengurangi potensi penyimpangan dalam penyaluran.
Menurut Mujib, alokasi pupuk yang diterima petani kini disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Kebijakan tersebut dinilai lebih adil karena bantuan pupuk diberikan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Sekarang distribusi pupuk jauh lebih tepat sasaran. Petani menerima sesuai luas lahan yang dimiliki sehingga lebih transparan dan memudahkan dalam perencanaan usaha tani,” ujarnya.
Tidak hanya petani tebu, manfaat serupa juga dirasakan oleh Puji Santosa, petani kedelai dan bawang merah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku kondisi ketersediaan pupuk saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Menurut Puji, stok pupuk yang mencukupi membuat petani tidak lagi khawatir menghadapi musim tanam. Ketersediaan sarana produksi yang terjamin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
“Petani sekarang merasa lebih tenang karena kebutuhan pupuk tersedia dengan baik. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi,” katanya.
Selain persoalan pupuk, Puji juga menyoroti program pendampingan yang diberikan kepada petani. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan hasil panen.
Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi hal baru yang sebelumnya jarang dirasakan petani. Dengan adanya bimbingan dan dukungan yang berkelanjutan, petani dapat memperoleh pengetahuan baru terkait teknik budidaya hingga pengelolaan usaha pertanian yang lebih efektif.
Ia juga menilai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas melalui berbagai langkah pengendalian pasar memberikan ruang bagi petani untuk menikmati hasil panen yang lebih optimal.
Para petani berharap berbagai program yang telah berjalan saat ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka optimistis sektor pertanian nasional akan semakin maju apabila dukungan pemerintah tetap konsisten.
Abdul Mujib berharap kemajuan yang telah dirasakan petani di wilayah Malang dapat menjadi contoh bagi daerah lain sehingga produktivitas pertanian nasional terus meningkat.
Sementara itu, Puji Santosa meminta pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda. Menurutnya, regenerasi petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di masa depan.
Ia menilai hadirnya petani muda akan membawa inovasi baru sekaligus mempercepat adopsi teknologi pertanian modern yang saat ini terus berkembang.
Berbagai testimoni dari petani tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pertanian yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak nyata di lapangan. Melalui pemanfaatan teknologi, distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran, serta pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas pertanian nasional diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia.