Kepala BGN Tinjau Korban Dugaan Insiden Keamanan Pangan di Semarang, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara
Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.
Disarankan:
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul sepakat memperkuat kemitraan strategis kedua negara dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.
JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul sepakat memperkuat kemitraan strategis kedua negara guna mendukung stabilitas, keamanan, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut menandai semakin eratnya hubungan Indonesia dan Tailan setelah kedua negara meningkatkan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada tahun sebelumnya. Langkah itu sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama yang berorientasi pada masa depan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tailan memiliki arti penting bagi kawasan karena kedua negara merupakan pendiri ASEAN sekaligus kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara.
Menurutnya, hubungan yang kuat antara Jakarta dan Bangkok akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas regional, terutama di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
"Hubungan Indonesia dan Tailan terus berkembang dan semakin berorientasi pada masa depan melalui kemitraan strategis yang telah dibangun bersama," ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan pers usai pertemuan bilateral, seperti dikutip dari laman presidenri.go.id, Selasa (4/8/2026).
Indonesia dan Tailan Perkuat Peran ASEAN
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama bilateral, dinamika kawasan, hingga perkembangan global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
Sebagai dua negara yang berperan penting dalam sejarah berdirinya ASEAN, Indonesia dan Tailan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan.
Presiden Prabowo menilai ASEAN membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari negara-negara anggotanya agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan internasional, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan perkembangan geopolitik dunia.
Karena itu, Indonesia dan Tailan sepakat meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergi dalam berbagai forum regional maupun internasional.
Kerja Sama Politik dan Keamanan Diperluas
Selain membahas isu ekonomi dan pembangunan kawasan, kedua negara juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang politik dan keamanan.
Fokus kerja sama diarahkan pada penanganan berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang semakin kompleks, termasuk perdagangan manusia, kejahatan siber, hingga praktik online scam yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius di kawasan Asia Tenggara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Tailan memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan kawasan yang aman dan kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
"Indonesia dan Tailan harus terus memainkan peran kepemimpinan dalam memperkuat ketahanan dan relevansi ASEAN, termasuk melalui kerja sama penanganan berbagai bentuk kejahatan transnasional," katanya.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Tailan atas dukungan yang diberikan dalam proses pemulangan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban praktik penipuan daring atau online scam.
Menurut Presiden, bantuan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara yang selama ini terus terjalin dengan baik.
Dukungan Tailan dalam membantu perlindungan WNI dinilai menjadi bukti nyata komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama kemanusiaan dan perlindungan warga negara di kawasan.
Pertemuan bilateral ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia dan Tailan sebagai dua negara penting di ASEAN yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas kawasan, memperkuat kerja sama regional, serta menghadapi berbagai tantangan global secara bersama-sama.
Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan dan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monas, Jakarta, menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.