JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah terus mempercepat transformasi sektor pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan pembangunan infrastruktur sekolah di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata hingga ke daerah terpencil.
Melansir laman presidenri.go.id, Rabu (22/7/2026) komitmen tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Prabowo, tantangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari luasnya wilayah dan besarnya jumlah satuan pendidikan yang tersebar dari perkotaan hingga daerah terluar. Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu solusi utama untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
“Indonesia memiliki ratusan ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Digitalisasi menjadi langkah penting agar seluruh anak bangsa dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih setara,” ujar Presiden.
Digitalisasi Pendidikan Indonesia Diakui Dunia
Upaya transformasi pendidikan yang dijalankan pemerintah mendapat apresiasi di tingkat internasional. Indonesia baru saja memperoleh penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam bidang pengembangan e-government dan digitalisasi pendidikan.
Pengakuan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa langkah modernisasi pendidikan yang dilakukan Indonesia berada di jalur yang tepat dan mulai mendapat perhatian dunia internasional.
Presiden menegaskan capaian tersebut bukanlah akhir dari proses transformasi, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa kemajuan digitalisasi pendidikan Indonesia mendapat pengakuan global. Namun perjalanan kita masih panjang dan masih banyak yang harus diselesaikan,” katanya.
Target Renovasi Seluruh Sekolah pada 2029
Selain mempercepat digitalisasi pembelajaran, pemerintah juga fokus melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Prabowo mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 pemerintah menargetkan penyelesaian renovasi sekitar 77 ribu sekolah. Program tersebut akan dilanjutkan dengan renovasi 100 ribu sekolah pada 2027 dan 100 ribu sekolah lagi pada 2028.
Dengan target tersebut, pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia dapat memiliki fasilitas yang layak dan aman untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun 2029.
Menurut Presiden, pembangunan fisik sekolah harus berjalan seiring dengan penguatan teknologi pendidikan agar kualitas pembelajaran dapat meningkat secara menyeluruh.
Tambahan 700 Ribu Layar Pintar untuk Sekolah
Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi, pemerintah juga memperluas distribusi perangkat pembelajaran berbasis teknologi ke sekolah-sekolah.
Setelah sebelumnya setiap sekolah menerima satu unit interactive flat panel atau layar pintar, pemerintah kini menargetkan penambahan tiga unit perangkat serupa untuk setiap sekolah di Indonesia.
Program tersebut diperkirakan akan menghasilkan distribusi sekitar 700 ribu smart digital panel hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027.
Keberadaan perangkat tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, modern, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Portal Pendidikan Digital Digunakan Jutaan Pengguna
Pemerintah juga terus mengembangkan ekosistem pembelajaran digital melalui platform Rumah Pendidikan, sebuah portal terintegrasi yang mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.
Berdasarkan data yang disampaikan Presiden, platform tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan ribuan sumber belajar gratis yang dapat diakses oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Portal tersebut juga menjadi sarana penting dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dengan dukungan infrastruktur digital, perangkat pembelajaran modern, serta peningkatan kualitas sekolah, pemerintah optimistis pemerataan pendidikan berkualitas dapat diwujudkan di seluruh Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik atau pengadaan teknologi, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.