JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh di lingkungan BGN guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Sejak dipercaya memimpin lembaga tersebut, Sudaryono langsung menetapkan tiga agenda utama yang menjadi fokus pembenahan dalam waktu dekat.
Melansir laman bgn.go.id, Selasa (28/7/2026), tiga prioritas tersebut meliputi pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, serta peningkatan transparansi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026), Sudaryono yang akrab disapa Pak Dar mengungkapkan bahwa langkah awal yang dilakukan setelah menjabat adalah memetakan berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan penanganan cepat agar program strategis nasional tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, Program MBG harus dikelola secara profesional dan akuntabel karena menyangkut kebutuhan gizi jutaan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.
"Belum genap satu pekan menjabat, saya langsung melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan yang harus segera diselesaikan. Fokus utama kami adalah memberantas korupsi, memperbaiki tata kelola program, serta memperkuat transparansi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait," ujar Sudaryono.
Dukung Penegakan Hukum terhadap Dugaan Korupsi
Dalam upaya memperkuat integritas lembaga, BGN menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum di lingkungan lembaga tersebut.
Sudaryono memastikan BGN akan bersikap terbuka dan kooperatif dengan aparat penegak hukum. Seluruh data dan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum ataupun penyalahgunaan kewenangan.
"Siapa pun yang terbukti melanggar aturan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Kami siap mendukung penuh proses penegakan hukum demi menjaga integritas lembaga," tegasnya.
Tata Kelola Program MBG Jadi Sorotan
Selain pemberantasan korupsi, BGN juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Pembenahan dilakukan mulai dari sistem pengawasan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kualitas pelayanan, hingga memastikan seluruh proses distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, dan akuntabilitas.
Menurut Sudaryono, kualitas layanan harus menjadi perhatian utama karena program tersebut berhubungan langsung dengan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Dengan tata kelola yang lebih baik, BGN berharap pelaksanaan Program MBG dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Sebagai bagian dari reformasi kelembagaan, BGN juga tengah mengembangkan sistem informasi yang lebih terbuka agar masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait pelaksanaan Program MBG secara mudah dan cepat.
Sistem tersebut nantinya memungkinkan orang tua siswa, sekolah, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program sebagai bentuk pengawasan bersama.
Sudaryono menilai transparansi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Karena itu, BGN akan terus memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, mitra pelaksana, serta masyarakat guna memastikan Program MBG berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
"Kami menyadari masih ada berbagai hal yang perlu dibenahi. Karena itu, reformasi harus dilakukan secepat mungkin agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik, bersih, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Melalui tiga agenda prioritas tersebut, BGN berharap mampu membangun sistem pelayanan gizi nasional yang lebih profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.