JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut disampaikan Kepala BGN, Sudaryono, yang menempatkan pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola program, serta peningkatan transparansi sebagai prioritas utama lembaganya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026), Sudaryono yang akrab disapa Pak Dar mengatakan berbagai langkah perbaikan mulai dilakukan sejak dirinya dipercaya memimpin BGN. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar Program MBG dapat berjalan secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Fokus utama kami saat ini adalah memperkuat integritas lembaga, memastikan tata kelola program berjalan baik, serta meningkatkan transparansi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Pelanggaran Akan Diproses Sesuai Hukum
Sudaryono menegaskan bahwa BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi maupun pelanggaran yang terjadi di lingkungan lembaga maupun dalam pelaksanaan Program MBG.
Terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum tertentu, BGN menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum dan siap mendukung seluruh tahapan penyelidikan maupun penyidikan.
Menurutnya, keterbukaan dan kerja sama dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kredibilitas lembaga.
“Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Sudaryono.
Tata Kelola MBG Diperketat
Selain memperkuat pengawasan internal, BGN juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Pengawasan akan diperketat, terutama pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak distribusi layanan kepada masyarakat.
Peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan operasional, serta pemenuhan standar keamanan pangan menjadi fokus utama agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat.
BGN juga memastikan setiap proses penyelenggaraan program berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan prinsip akuntabilitas.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas Program MBG sebagai salah satu program strategis nasional yang menyasar peningkatan gizi masyarakat.
Sistem Transparansi Sedang Dikembangkan
Dalam rangka memperkuat pengawasan publik, BGN saat ini tengah mengembangkan sistem informasi yang memungkinkan masyarakat mengakses data dan perkembangan pelaksanaan Program MBG secara lebih mudah.
Melalui sistem tersebut, orang tua siswa, sekolah, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat memperoleh informasi terkait layanan MBG secara terbuka dan transparan.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Transparansi bukan hanya soal keterbukaan data, tetapi juga menjadi sarana pengawasan bersama agar program berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” katanya.
Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
BGN juga menegaskan pentingnya sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, mitra pelaksana, serta masyarakat dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Sudaryono mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program. Karena itu, pembenahan dilakukan secara bertahap namun cepat agar kualitas layanan terus meningkat.
Ia berharap Program MBG dapat menjadi program yang bersih, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
“Kami ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik, transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.