Ikuti Kami :

Disarankan:

Kepala BGN Tegaskan SPPG yang Langgar Standar Program MBG Akan Dievaluasi hingga Ditutup

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:35 WIB
Kepala BGN Tegaskan SPPG yang Langgar Standar Program MBG Akan Dievaluasi hingga Ditutup
Kepala BGN Sudaryono saat sidak ke sejumlah SPPG di Bogor. Foto: dok. BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BOGOR, NewsTasikmalaya.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. Standar tersebut mencakup keamanan pangan, kualitas gizi, kebersihan, hingga tata kelola layanan.

Menurut Sudaryono, seperti dilansir laman bgn.go.id, setiap penyelenggara Program MBG memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat aman dikonsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, serta diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa BGN tidak akan mentoleransi kelalaian yang berpotensi mengganggu kualitas layanan maupun membahayakan kesehatan masyarakat.

"Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Karena itu, standar keamanan pangan, mutu gizi, dan operasional harus dipenuhi oleh seluruh SPPG," ujar Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat (24/7/2026).

SPPG Bermasalah Akan Dibina dan Dievaluasi

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menjelaskan, BGN mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap SPPG yang ditemukan belum memenuhi standar. Namun apabila setelah dilakukan pembinaan tidak ada perbaikan, maka pemerintah tidak akan ragu menghentikan operasional layanan tersebut.

Menurutnya, kualitas Program MBG harus tetap terjaga karena menyangkut kesehatan dan kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional tersebut.

BGN juga akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi secara seimbang. SPPG yang mampu menjalankan layanan dengan baik akan mendapatkan apresiasi, sedangkan pelanggaran terhadap standar operasional akan dikenakan tindakan tegas sesuai tingkat kesalahannya.

Sidak Dilakukan Tanpa Pemberitahuan

Untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai fakta, BGN melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Langkah ini dilakukan guna memperoleh gambaran objektif mengenai pelaksanaan Program MBG sekaligus mengevaluasi kepatuhan pengelola terhadap petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Selain melakukan pengawasan, sidak juga menjadi sarana memberikan motivasi kepada petugas dan pengelola SPPG yang telah menjalankan tugas dengan baik dan disiplin.

Mayoritas SPPG Sudah Jalankan SOP

Dalam sidak tersebut, Sudaryono mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 05 di wilayah Bogor.

Dari hasil pemantauan, sebagian besar SPPG yang dikunjungi telah menerapkan standar operasional sesuai ketentuan. Proses pengolahan makanan, distribusi, hingga aspek kebersihan dinilai berjalan cukup baik.

Meski demikian, BGN mencatat masih ada tantangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait inovasi dan variasi menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Variasi Menu Jadi Tantangan Berikutnya

Sudaryono menilai, setelah standar keamanan dan kualitas terpenuhi, tantangan selanjutnya adalah menjaga agar menu makanan tetap beragam dan menarik.

Menurutnya, variasi menu sangat penting agar anak-anak maupun kelompok penerima manfaat lainnya tidak merasa bosan saat mengikuti Program Makan Bergizi Gratis dalam jangka panjang.

Dengan menu yang bervariasi, program tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan minat konsumsi makanan sehat di kalangan penerima manfaat.

Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

BGN juga membuka ruang partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG. Masyarakat dan media massa diharapkan turut memberikan masukan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai standar.

Sudaryono menegaskan bahwa pengawasan bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Melalui evaluasi berkala, pembinaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan publik, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan kualitas yang baik, aman, dan sesuai tujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement