Ikuti Kami :

Disarankan:

Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance, Keamanan Pangan Program MBG Jadi Prioritas Utama

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:37 WIB
Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance, Keamanan Pangan Program MBG Jadi Prioritas Utama
Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance, Keamanan Pangan Program MBG Jadi Prioritas Utama. Foto: dok. BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan dan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SEMARANG, NewsTasikmalaya.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmen pemerintah untuk menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono usai menjenguk ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang yang diduga mengalami insiden keamanan pangan dan tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Sudaryono, keselamatan dan kesehatan penerima manfaat Program MBG menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun praktik penyimpangan anggaran akan ditindak tegas.

“Saya memastikan kebijakan zero tolerance diterapkan terhadap kasus keamanan pangan, dugaan keracunan makanan, maupun praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Sudaryono, seperti dilansir bgn.go.id, Senin (3/8/2026).

SPPG Wajib Patuhi SOP Secara Ketat

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menekankan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin dan konsisten untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada kualitas bahan makanan, tetapi juga pada sistem pengelolaan dapur, kebersihan, serta pengawasan yang ketat selama proses produksi dan distribusi makanan.

“Pencegahan harus dimulai dari kepatuhan terhadap SOP. Semua prosedur harus dijalankan sesuai aturan, mulai dari pengolahan bahan makanan hingga penyajian kepada penerima manfaat,” ujarnya.

Kepala Dapur Jadi Garda Terdepan Pengawasan

Sudaryono menilai kepala dapur atau pimpinan SPPG memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat diperlukan agar seluruh petugas dapur memahami pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Kepala dapur harus mampu memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik. Jika ada petugas yang tidak mematuhi aturan, maka harus segera ditindak agar tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat,” katanya.

Pelanggaran Kebersihan Harus Ditindak Tegas

Mas Dar juga mengingatkan bahwa hal-hal mendasar seperti mencuci tangan, menggunakan sarung tangan, masker, dan menjaga kebersihan area pengolahan makanan tidak boleh diabaikan.

Ia meminta kepala SPPG untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang mengabaikan prosedur kesehatan dan keamanan pangan.

“Kalau ada petugas yang tidak mau mengikuti aturan kebersihan, tidak mencuci tangan, tidak memakai sarung tangan atau masker saat bekerja, maka harus ditindak tegas. Karena yang dipertaruhkan adalah kesehatan dan keselamatan banyak orang,” tegasnya.

Komitmen Perbaikan Program MBG

BGN memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut bertujuan memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai tujuan.

Sudaryono menegaskan bahwa Program MBG merupakan investasi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab.

“Program ini menyangkut kesehatan generasi penerus bangsa. Karena itu tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran keamanan pangan maupun penyimpangan dalam pengelolaannya,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement