Ikuti Kami :

Disarankan:

Kepala BGN Tinjau Korban Dugaan Insiden Keamanan Pangan di Semarang, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:28 WIB
Kepala BGN Tinjau Korban Dugaan Insiden Keamanan Pangan di Semarang, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara
Kepala BGN Tinjau Korban Dugaan Insiden Keamanan Pangan di Semarang, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara. Foto: BGN

Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.

SEMARANG, NewsTasikmalaya.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turun langsung meninjau kondisi para korban dugaan insiden keamanan pangan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan dilakukan ke sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.

Langkah tersebut merupakan respons cepat BGN setelah menerima laporan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang terkait ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis pada Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan data sementara, sebanyak 707 orang, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru, dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare. Meski demikian, sebagian besar korban hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif.

“Dari sekitar 700 lebih yang terdampak, hanya sebagian kecil yang menjalani perawatan. Kondisi mereka saat ini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis,” ujar Sudaryono, seperti dilansir bgn.go.id, Senin (3/8/2026).

Investigasi Awal Fokus pada Bahan Makanan dan Proses Pengolahan

BGN bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Sejumlah sampel makanan telah dikirim ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan adanya masalah pada beberapa bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG, termasuk sayuran dan bumbu masakan. Selain itu, proses memasak yang dilakukan terlalu jauh sebelum waktu distribusi juga menjadi salah satu faktor yang sedang didalami.

Menurut Sudaryono, hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja. Hasil tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti insiden keamanan pangan tersebut.

BGN Percepat Sistem Digital Pengawasan Dapur MBG

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Badan Gizi Nasional tengah mempercepat penerapan sistem digital terpadu untuk seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, setiap tahapan produksi makanan akan tercatat secara otomatis dan dapat dipantau secara real time, mulai dari proses persiapan bahan, waktu memasak, penggunaan bumbu, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

BGN menilai digitalisasi sistem pengawasan menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Seluruh proses akan terdokumentasi secara sistematis sehingga dapat dipantau dan dievaluasi dengan lebih mudah,” kata Sudaryono.

SPPG Karangturi Disuspend Sambil Menunggu Hasil Investigasi

Sebagai bentuk tindakan tegas, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, yang menjadi penyedia makanan bagi para penerima manfaat dalam kasus tersebut.

Pemberhentian sementara atau suspend dilakukan hingga seluruh proses investigasi selesai dan hasil laboratorium keluar. Selain itu, BGN juga memberikan surat peringatan kepada pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan layanan tersebut.

Sudaryono menegaskan bahwa BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan maupun pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan para siswa sebagai penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan program pemerintah.

Dengan langkah investigasi, evaluasi menyeluruh, serta penguatan sistem pengawasan digital, BGN berharap kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional tersebut.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement