Ikuti Kami :

Disarankan:

Ingatkan Kedisiplinan di Perlintasan Sebidang, KAI Daop 2 Bandung Catat 51 Kasus Orang Tertemper Kereta

Rabu, 29 April 2026 | 18:29 WIB
Ingatkan Kedisiplinan di Perlintasan Sebidang, KAI Daop 2 Bandung Catat 51 Kasus Orang Tertemper Kereta
Ingatkan Kedisiplinan di Perlintasan Sebidang, KAI Daop 2 Bandung Catat 51 Kasus Orang Tertemper Kereta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung kembali mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat untuk meningkatkan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Kedisiplinan ini dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung kembali mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat untuk meningkatkan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Kedisiplinan ini dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Berdasarkan data terkini, Daop 2 Bandung mengelola 342 titik perlintasan sebidang. Namun, baru 115 titik yang telah dilengkapi palang pintu resmi, pos penjagaan, dan petugas bersertifikat. Sisanya merupakan perlintasan tidak terjaga yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa perlintasan sebidang adalah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengguna jalan.

"Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta pastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Patuhi rambu serta instruksi petugas dan jangan pernah mencoba menerobos palang pintu yang sudah mulai menutup," ujar Kuswardojo, Rabu (29/4/2026).

Tingkat kedisiplinan masyarakat di jalur rel masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 51 kejadian orang tertemper kereta di jalur, 11 kasus kendaraan roda dua, dan 3 kasus kendaraan roda empat di perlintasan sebidang.

Tren ini berlanjut pada Triwulan I tahun 2026, di mana tercatat 14 kejadian orang tertemper di jalur, serta sejumlah insiden yang melibatkan kendaraan bermotor. Kuswardojo menyebut, mayoritas kecelakaan dipicu oleh perilaku tidak tertib, seperti beraktivitas di area rel atau nekat menerobos perlintasan.

"Jalur rel bukan tempat untuk beraktivitas selain operasional kereta api. Kami masih sering menemukan warga berjalan, berhenti, bahkan memarkir kendaraan di dekat rel. Ini sangat berbahaya dan mengancam nyawa," tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 2 Bandung aktif menggandeng berbagai komunitas pecinta kereta api seperti Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Sahabat Kereta Api, Garut Railfans, dan IRPS.

Langkah preventif yang dilakukan mencakup sosialisasi langsung di perlintasan, edukasi ke sekolah-sekolah, hingga penyaluran bantuan CSR bagi warga yang tinggal di sekitar jalur rel.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat untuk selalu tertib di perlintasan demi keselamatan diri sendiri dan kelancaran operasional kereta api," pungkas Kuswardojo.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement