TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Gelaran pameran produk dan busana muslim terbesar se-Priangan Timur, Tasik Muslim Fair (TMF) 2026, akan kembali menyapa warga Tasikmalaya. Mengusung tema "Muslim Phoria", ajang tahunan yang telah memasuki edisi ketiga ini ditargetkan mampu menyedot hingga 50 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan.
TMF 2026 dijadwalkan berlangsung di Graha Plaza Asia Tasikmalaya pada 1 hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Selain menghadirkan pameran produk fesyen, kuliner, serta multiproduk muslim, TMF 2026 dikemas dengan serangkaian kegiatan edukatif dan keagamaan. Beberapa di antaranya adalah Tablig Akbar Recharge yang menghadirkan penceramah terkemuka seperti Ustaz Kholid Syamsudi, Abu Qotadah, Abdullah Roy, dan Abduh Tuasikal.
Selain itu, sesi Muslim Youth Club menghadirkan Ustaz Amir Batis, Harry Sadikin, dan berkolaborasi dengan kreator konten Mael Lee. Tak kalah menarik, agenda Parent Things akan diisi oleh pakar pengasuhan anak Bunda Elly Risman dan Risman Musa.
Rangkaian acara juga diperkaya dengan Safari Kajian Anak, Inspiring Muslimah, Health Talk, Level Up, hingga Deen Warriors. Menariknya, pengunjung yang hadir berkesempatan memenangkan doorprize berupa tiga paket umrah.
Event Manager TMF 2026, Rully Setiaramdani, menjelaskan bahwa ajang tahun ini dirancang lebih interaktif dan secara khusus merangkul kalangan generasi muda. Salah satunya dengan meluncurkan kompetisi untuk pelajar tingkat SMP yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
"Untuk Tasik Muslim Fair 2026 memang target pasarnya umumnya kaum muslimin di Priangan Timur, khususnya di Kota Tasikmalaya. Target tahun ini bisa mencapai 50 ribu pengunjung," ujar Rully saat ditemui di Graha Plaza Asia Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026) siang.
Target tersebut meningkat cukup signifikan dibanding capaian tahun 2025 lalu yang menorehkan angka 35 ribu pengunjung.
Meski target pengunjung meningkat, panitia justru membatasi jumlah stan (tenant) menjadi 102 unit, berkurang dari tahun lalu yang mencapai 140 tenant.
"Jumlah tenant dikurangi karena kita kurasi lagi. Tahun lalu memang terlalu banyak, ada gesekan beberapa brand yang sama. Kita juga memperhatikan kenyamanan eksibitor para peserta. Untuk masuk ke TMF sendiri gratis," ucap Rully.
Meskipun jumlah stan menyusut, Rully memastikan variasi produk yang dipamerkan tetap sangat beragam, mencakup fesyen muslim dan muslimah, kuliner, agensi travel umrah, lembaga pendidikan, percetakan, hingga parfum.
"Brand mayoritas berasal dari Priangan Timur, Tasikmalaya, dan sekitarnya. Namun ada juga brand dari Yogyakarta serta booth Al-Qur'an dari Bandung," jelasnya.
Melalui tema "Muslim Phoria" yang mencerminkan keceriaan seorang muslim, Rully berharap TMF tidak hanya menjadi ajang berbelanja dan rekreasi, tetapi juga tempat menimba ilmu.
"Maknanya atau output-nya, selain belanja dan jajan, ada kajian serta pencerahan parenting. Tidak sekadar rekreasi, tetapi ada ilmu bermanfaat yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung," pungkas Rully.